oleh

24 KK Pengungsi Asal Sulteng di Desa Bintalahe Langsung Ditangani

LINTAS BONEBOL (LIGO) – Menanggapi adanya pemberitaan di salah satu media cetak yang menyebutkan bahwa masih adanya 24 Kepala Keluarga (KK) pengungsi bencana gempa dan tsunami asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menempati lokasi di Desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango, dan belum tersentuh bantuan maupun kekurangan makanan dan pakaian.

Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou langsung memerintahkan kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gagarin Hunawa dan Kepala Dinas Sosial Dian Susilo untuk segera berkoordinasi dalam menangani para pengungsi tersebut.

Alhasil, para pengungsi yang berjumlah 60 jiwa itu pun langsung ditangani Pemkab Bonebol.

”Mereka langsung kita dilayani dan diberikan bantuan, berupa beras, air mineral, ikan kaleng, mie instan, pakaian bayi, pakaian orang dewasa, makanan ringan, susu, dan lain sebagainya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bonebol Gagarin Hunawa, ketika dikonfirmasi melalui via media sosialnya, Jumat (12/10).

Gagarin mengatakan, dalam penanganan pengungsi yang datang ke Gorontalo, khususnya di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Pemkab Bone Bolango dalam hal ini Bupati Hamim Pou telah memerintahkan kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk membentuk posko yang bertempat di Kantor BPBD Bonebol.

Untuk pengungsi yang belum terlayani seperti di Desa Bintalahe, jelas Gagarin Hunawa, itu mereka mengungsi secara mandiri sehingga belum terdata di BPBD Bonebol. Artinya mereka datang mengungsi secara mandiri di Kabupaten Bonebol. Sehingga belum sempat melapor ke Posko penanganan pengungsi di BPBD Bonebol.

Kepala Pelaksana BPBD Bonebol Gagarin Hunawa saat menyerahkan bantuan kepada 24 KK pengungsi asal Sulteng, di Kantor Desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone, Jumat (12/10). (F.Istimewa)

Padahal sampai saat ini posko penanganan pengungsi Pemkab Bonebol masih tetap terbuka untuk melayani para pengungsi yang berasal dari Sulteng tersebut. Menurutnya, sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati dari Pemkab Bonebol, Bupati Hamim Pou telah memerintahkan kepada pihaknya di BPBD agar tidak membatasi waktu pelayanan terhadap para pengungsi.

“Selama masih ada pengungsi yang berdatangan di Gorontalo, khususnya di Bonebol, maka selama itu pula Posko Pemkab Bonebol tetap terbuka untuk melayani kebutuhan para pengungsi yang datang di daerah ini,” papar Gagarin Hunawa.

Laporan: Hms Kdr/Mirna Ahaya

Editor: Gilang

Komentar

Berikan Komentar Anda