oleh

60 % Pengidap HIV/AIDS Di Gorontalo Dalam Usia Produktif

LINTAS PEMPROV (LIGO) – Pengidap Virus HIV/AIDS di Gorontalo, 60 persen merupakan Usia Produktif dengan rata-rata Usia 25 hingga 48 tahun. Hal ini diungkap Tim Asisten Komisi Penanggulang AIDS ( KPA) Provinsi Gorontalo, DR. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S dalam Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS. Sabtu malam (08/12) di salah satu Hotel di Kota Gorontalo. Fenomena ini membuat (KPA) lebih Intens dalam melakukan Sosialisasi Dampak dan Bahaya HIV/AIDS di Gorontalo.

“Peran KPA sangat Sentral, karena KPA tidak hanya bertugas untuk melaksanakan, tapi juga dari Merencanakan, Monitoring Evaluasi sehingga peran KPA menjadi sangat penting dalam rangka Penanggulangan HIV/AIDS,” ujar Isman Jusuf.

Dia menambahkan, dalam proses Penanggulangan virus HIV/AIDS yang ada di Provinsi Gorontalo, KPA telah melakukan berbagai macam usaha untuk bisa menyelesaikan Persoalan ini dengan melalui proses yang panjang. Dalam melakukan upaya-upaya Pencegahan HIV/AIDS, Komisi Penanggulagan AIDS juga telah membangun kerja sama dengan setiap Instansi yang terlibat dalam kegiatan Kemasyarakatan untuk mengurangi tersebar luasnya virus HIV/AIDS.

“Seiring dengan berjalannya waktu, yang dulunya KPA hanya di isi oleh beberapa SKPD terkait, misalnya Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, profesi lain Dokter atau Perawat dan sekarang sudah di isi oleh Dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan dan melibatkan setiap Ormas LSM,” ujarnya lagi.

Dengan adanya dukungan dari setiap Lembaga Institusi maupun Kemasyarakatan, akan menjadi kekuatan yang besar untuk membantu melaksanakan segala Program Kerja yang sudah di rencanakan oleh KPA, serta dengan adanya Mitra Kerja lebih memudahkan KPA melaksanakan segala kegiatan Komisi Penagulangan HIV/AIDS, dan memberikan peran pada setiap Dinas terkait dalam Pencegahan Virus AIDS yang ada di Provinsi Gorontalo, agar setiap Institusi yang terlibat dapat mengetahui Peran dan Tanggung Jawab dalam Pencegahan Virus HIV/AIDS.

Selain itu, untuk mencegah meluasnya Virus ini, KPA akan melakukan Pendataan terhadap Masyarakat yang sudah Terkena Dampak HIV/AIDS, dan melakukan Evaluasi terhadap Masyarakat yang sudah Beresiko Tinggi atau yang sudah Terkena Dampak dari virus HIV/AIDS. Serta akan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap Masyarakat Pengidap HIV/AIDS, agar Penyakit tersebut tidak dapat menular kepada Masyarakat yang lain.

“Dan Komisi Penanggulangan AIDS sudah membentuk Komunitas Khusus untuk Mereka agar dapat terhindar dari Virus-virus HIV/AIDS,” terangnya.

Data-data Pengidap HIV/Aids yang hari ini menjadi Referensi dalam Kinerja KPA semakin membaik, sehingga Data tersebut bisa juga dikatakan bahwa dalam Sudut Pandang yang berbeda ketika kita melihat suatu Permasalahan, tidak hanya tertuju pada hal- hal yang positif saja, namun dengan adanya Data-data Masyarakat yang terkena Virus HIV/ AIDS, menujukkan bahwa KPA telah berkerja dengan baik sehingga mampu menemukan permasalahan-permasalahan yang menjadi Penyakit Masyarakat yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Kalau dilihat dari Data, memang dari tahun ke tahun meningkat, tapi bagi kami KPA, peningkatan Data itu di satu sisi di anggap juga sebagai Peningkatan Kasus, tapi di sisi yang lain menunjukan bahwa KPA sudah berkerja, artinya semakin banyak kasus yang di temukan, berarti semakin banyak yang di jangkau oleh KPA.” terang dr. Isman.

Isman Jusuf meminta dan menghimbau kepada seluruh Relawan dan Mahasiswa Peduli AIDS, yang mampu menjangkau dan memberikan Pemahaman serta Edukasi terhadap Masyarakat agar mau sama-sama melakukan Pencegahan terhadap Virus HIV/AIDS, dan mau melaporkan kepada KPA untuk melakukan Bimbingan Khusus seperti Konseling dan Pengobatan sampai pada tindakan Pendampingan.

“Kami dari KPA akan selalu mengontrol dan menghimbau kepada para Pemuda yang ada di Provinsi Gorontalo, agar tidak terjangkit Virus HIV/AIDS, yang akan merusak Kepribadian seorang Pemuda, serta berharap Pemuda di masa-masa yang akan datang bisa jadi Generasi-generasi yang produktif,” pungkasnya.

Laporan: Mukrin Laete
Editor: Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini