oleh

Apa Benar Ada Sesar Gorontalo???

LINTAS PEMPROV (LIGO) – Sesar Gorontalo yang membelah Pelabuhan Kota Gorontalo, Danau Limboto hingga Kwandang, Gorontalo Utara, belum bisa dibuktikan bahwa itu sebuah Sesar seperti yang digambarkan Peta Gempa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini.

Provinsi Gorontalo dikelilingi Sesar Aktif seperti Subdaksi Laut Sulawesi Utara atau Lempeng Megatrust yang dapat memicu Gempa dan Tsunami di Pesisir Utara Gorontalo, di Sebelah Selatan terdapat Sesar Naik Trans Balantak, dan di Sebelah Timur ada Sesar Sangihe. Dari ketiga Sesar tersebut yang perlu dikhawatirkan untuk Provinsi Gorontalo adalah Sesar yang ada di Lengan Sisi Utara Sulawesi.

Bahtiar S.Si, MT, selaku Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo saat ditemui (29/11/18), mengungkapkan bahwa Sesar yang digambarkan Peta Kegempaan BMKG saat ini masih Ia ragukan, bahwa itu sebuah Sesar atau Topografi bentuk Rupa Bumi yang menyerupai bentuk Sesar.

“Tapi sampai sekarang Saya masih meragukan kalau itu sebuah Sesar, karena tidak ada bukti yang menyatakan itu Sesar. Tapi itu digambarkan oleh Para Ahli Geologi, Para-para Sesmologi menggambarkan itu. Yang memanjang dari Pelabuhan Gorontalo itu sampai dengan Kwandang” kata Bahtiar.

Lanjutnya, jika yang digambarkan Peta BMKG yang membelah dari Teluk Pelabuhan Sungai Bone Kota Gorontalo, Danau Limboto hingga Kwandang Gorontalo Utara itu sebuah Sesar, Kita dapat menyatakan itu sebuah Sesar dilihat dari segi Evidens (kejelasan) atau bukti yang mengarah yang menyatakan itu sebuah Sesar dan melalui Pengukuran di lapangan.

“Kalau tidak ada bukti Orang boleh menggambar apa saja diatas kertas, tapi yang penting itu ada bukti. Polisi bisa nangkap Orang itu karena bukti yang dikumpulkan sudah cukup bahwa Orang ini Tersangka. Begitu juga dengan Sesar semua yang ada di Alam, bukti dulu. Mana bukti secara Ilmiah, mana buktinya menunjukkan bahwa itu adalah Sesar. Jangan Orang menggambar saja muka bumi, bebas orang menggambar apa saja” ujar Bahtiar mencontohkan.

Proses terjadinya Sesar karena terjadinya Dinamika Bumi, terjadi Patahan kemudian Patahan tersebut melepas Energi berupa Gempa yang dialami atau dirasakan di Permukaan Bumi. Dengan Gempa yang signifikan, sehingga bisa dikatakan itu sebuah Sesar.

Peta Sejarah Gempa (Foto: Dok BMKG)

Beberapa waktu lalu Warga Gorontalo dihebohkan dengan Informasi Gempa Besar yang ditimbulkan oleh Sesar Gorontalo. Muhamad Kasim ST, MT, Akademisi Universitas Negeri Gorontalo saat ditemui terpisah (30/11/18), menjelaskan Sesar Gorontalo merupakan Sesar Geser (Strike Slip). Sesar ini sama dengan Sesar Palukoro, perbedaan Sesar Gorontalo pendek, dan dampaknya Relatif Kecil.

Bahtiar menjelaskan Sesar yang terjadi biasanya patahan Strike Slip (Patahan Tanah Sesar Geser), Normal (Patahan Tanah Turun), Reverse (Patahan Tanah Naik) dan Oblique (Patahan Tanah Sesar Miring). Dan Sesar Gorontalo digambarkan Strike Slip, sedangkan Gempa kebanyakan yang terjadi di Gorontalo adalah Sesar Tanah Naik.

“Di Gorontalo katanya Gempanya Strike Slip tapi kebanyakan kejadian Gempa yang Naik, Turun. berarti ini kan engga bener, Data Gempanya. Bisa jadi itu kan karena dari Utara sana yang mengakibatkan masuk ke dalam (Darat) yang meyebabkan di situ ada Gempa di bawah” kata Bahtiar.

Kasim juga menjelaskan bahwa Penelitian tentang Sesar Gorontalo pada 1993 yang membahas Pergerakan Sesar. Sesar Geser biasanya berbentuk Sinitral Patahan Horizontal yang bergeser ke Sebelah Kiri dan Sesar Geser Dekstral Patahan Horizontal yang bergeser ke Sebelah Kanan. dan pada Penelitian Pusat Badan Geologi menyimpulkan bahwa Sesar Gorontalo terbilang aneh awal Sesar itu berbentuk Desktral dan saat ini Sinitral. Dan digambarkan Para Ahli Sesar Gorontalo sudah bergeser ke Arah Timur dan lebih dalam dengan Kedalaman 11 mm per-tahun.

“Berdasarkan sejarah Sesar Geser di Gorontalo dulunya adalah Dekstral, pergerakannya menganan, kemudian berubah menjadi mengiri. Yah, inilah yang menjadi keanehan Sesar yang ada di Gorontalo” kata Kasim sambil mencontohkan Sesar Geser dengan buku diatas meja.

Kasim menggungkapkan Sesar Gorontalo terbentuk dari Aktivitas Tektonik yang merubah menjadi Sesar, kemudian munculnya Sumber Air Panas yang tidak mengandung Sulfur (Belerang) juga diperkirakan Danau Limboto terbentuk dari Patahan Gorontalo, dan juga mengidentifikasi dari umur Bebatuan.

Bahtiar menjelaskan cara mengidentifikasi Sesar. Jika terjadi Gempa di daratan dengan cara mencatat Sumber Gempa kemudian menaruh tanda titik terjadinya Gempa dengan kekuatan sekian Magnitudo, hal itupun tidak bisa langsung berasumsi bahwa Gempa itu terjadi di darat, tergantung kedalamannya. Semakin dalam terjadinya Gempa berarti Sumber Gempa bukan terjadi di darat.

“Kalau Kedalamannya Tinggi, berarti penyebabnya bukan berada di Daratan Gorontalo, bisa jadi sumbernya dari sana (dari luar daratan Gorontalo) dia nyusup kekedalam sampai di dalam baru dia Patah (ke darat Gorontalo)” ungkap Bahtiar.

Dirinya juga mengatakan, BMKG menggambarkan Peta Sesar Gorontalo karena ada yang menyatakan itu sebuah Sesar. sedangkan Bahtiar semenjak Dia datang bertugas di Gorontalo mengungkapkan bahwa Sesar yang digambarkan tidak bisa di identifikasi menurut Data Kegempaan yang terjadi di Gorontalo.

Semua tempat yang memiliki Sesar pasti memiliki bukti, dan bukti itu dapat dilihat dari Sejarah Gempa yang terjadi hingga sekarang melalui Rekaman. Sedangkan Sesar Gorontalo belum dapat dibuktikan karena tidak terjadi Gempa yang signifikan di darat.

Laporan: Elias
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda