oleh

Apa Benar Semua Rumah Sakit Di Gorontalo Tak Miliki Izin Pengelolaan Limbah B3 ??

KOTA (LIGO.id) – Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seluruh Rumah Sakit di Provinsi Gorontalo belum Kantongi Izin. Termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe, yang sampai saat ini masih menampung hasil Olahan Limbah di Penampungan Khusus yang berada di lingkungan Rumah Sakit.

Saat ditemui (23/09) lalu, Wakil Direktur Pelayanan RS Aloeoi Saboe, dr. Medi Sarita,  mengaku bahwa RSAS akan mendapatkan Perizinan Pembuangan Hasil Olahan Limbah B3, namun terlebih dahulu harus mempunyai Contoh Hasil Olahan Limbah Medis yang diolah menggunakan Autoclave Non Incinerator. Hasil ini kemudian kata Medi akan ditinjau apakah Hasil tersebut sudah layak dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau belum.

“Untuk izinnya itu sementara Kita urus karena Baru Pengadaan tahun ini, kan harus ada Hasil dulu, kalau Alat Pengelolaannya sudah ada Izin dari Kementerian. Hanya Hasil Pengolahannya masih sementara Pengurusan Izin, nanti kalau sudah ada Izin apakah sudah bisa langsung dibuang ke TPA atau bagaimana, kalau belum ya, Kita harus kelola lagi untuk Pengurusan Izin, untuk sementara Hasil Limbah masih kita tampung,” ungkap Medi Sarita.

Sementara beberapa Rumah Sakit Swasta di Gorontalo, RS Multazam dan RS Bunda, saat dimintakan konfirmasi soal Mekanisme Pengelolaan Limbah B3, pihak Rumah Sakit enggan memberikan Komentar dan terkesan menutupi Informasi Pengolahan Limbah B3 di Rumah Sakit tersebut.

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di halaman RS Aloei Saboe.

Dilain waktu, (27/09) lalu Awak Media ini menemui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo, Junaidi K. Demak dan menanyakan proses Pembuangan Limbah B3 yang ada di Rumah Sakit di Kota Gorontalo. Namun Dirinya hanya mengatakan bahwa saat ini pihak Rumah Sakit masih melakukan Koordinasi.

“Sampai sekarang pihak RS masih melakukan Koordinasi dengan Kami, kalau ingin keterangan yang lebih lanjut terkait Limbah B3, coba ke DLH Provinsi,” kata Junaidi K. Demak yang seakan tidak mengetahui Proses Pengolahan Limbah B3 di Gorontalo dan meminta awak media ini menemui DLH Provinsi.

Awak Media ini kemudian menemui Kepala Bidang Lingkungan DLH Provinsi Gorontalo, Nasrudin, pada (08/10). Nasrudin membenarkan bahwa Pengolahan Limbah B3 Rumah Sakit yang ada di Provinsi Gorontalo belum memiliki Izin Pengelolaan. Namun kata Nasrudin, DLH Provinsi Gorontalo terus melakukan Pengawasan di beberapa Rumah Sakit yang ada, karena untuk masalah Limbah B3 itu ungkap Dia adalah Kewenangan DLH Provinsi.

“Untuk limbah Rumah Sakit, Kita juga malakukan Pengawasan di beberapa Rumah Sakit di Provinsi Gorontalo, terkait dengan Limbah B3, itu Kewenangan Provinsi, kalau Pengelolaan Limbah B3 yang ada di Gorontalo itu belum ada yang berizin,” ungkap Nasrudin. (*A03).

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini