oleh

Arus Sungai Papualangi Pembawa Duka

LINTAS DESA (LIGO) – Sungguh malang nasib yang dialami Sukarmin (48) seorang Petani yang harus menerima kenyataan pahit akibat sang istri, Sulastri (37) yang tepat didepan matanya terbawa derasnya air sungai. Derasnya air Sungai Desa Papualangi. Kec. Tolinggula, Kab. Gorontalo Utara telah membawa kabar duka dan merenggut sang istri selama-lamanya dari kehidupannya.

Senin (22/01) itu sekitar pukul 14.30 WITA Sukarmin bersama Nanang dan sang istri hendak pulang kerumah setelah lelah bekerja di kebun miliknya untuk menyambung kehidupan. Kebun yang terletak diseberang sungai harus memaksa Sukarmin bersama Istri untuk menyebrangi sungai yang arusnya sangat deras.

Dengan bermodalkan seutas tali yang terbentang memotong sungai, Sukarmin bersama istri memberanikan diri melawan arus sungai tersebut.

Sukarmin terlebih dahulu menyeberangi sungai dengan memegang tali penyebrangan. 3 Meter dari suaminya, korban Sulastri ikut menyusul dengan berpegang pada tali yang sama untuk menyebrang.

Namun sayang, setelah dipertengahan karena derasnya air sungai pegangan Suastri terlepas dari tali penyebrangan dan terseret derasnya air Sungai Papualangi.

Sukarmin, Suami Korban Menangisi Kepergian Istrinya

Sukarmin yang melihat Sulastri terbawa arus sungai sambil berteriak meminta tolong juga melepaskan pegangan dari tali penyebrangan berusaha menyelamatkan sang istri.

Namun kenyataan pahit harus diterima Sukarmin yang menemukan sang istri tak jauh dari tempat penyebrangan dengan keadaan yang sudah tak bernyawa.

“Istri saya terbawa arus, saya hanya bisa meminta tolong, tapi arus koala kancang skali dan pas saya pe istri so dapa, so tidak ada nyawa lagi,” terang Sukarmin sambil berlinang air mata diwajah letihnya serta tak bisa lagi berkata-kata tentang musibah yang dialaminya.

Sementara itu, Kepala Desa Papualangi Umar Otuhu,  sungguh menyesalkan hal ini, lagi dan lagi Sungai Papualangi kembali memakan korban. Seingatnya sudah 3 orang korban jiwa yang hanyut terbawa deras Sungai Papualangi.

“Saya sungguh menyayangkan hal ini kembali terjadi. Kami Pemerintah Desa sejak 2015 telah merencanakan untuk membangun jembatan gantung, namun anggaran tidak cukup.

Anggaran yang dibutuhkan kurang lebih 765 juta. Mau bagaimana lagi korban nyawa terus ada akibat derasnya sungai dan seingat saya sudah 3 korban jiwa,” terang Umar Otuhu.

Umar Otuhu hanya bisa berharap dengan kejadian yang terus menimpa masyarakatnya ini, Pemerintah Provinsi dan Pemda Kabupaten Gorontalo Utara dapat memberikan bantuan untuk pembangunan Jembatan Gantung sehingganya tak ada lagi nyawa yang hilang akibat terbawa arus Sungai Papualangi.

Laporan: Najid Lasale

Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini