oleh

Balihonya Ditutupi Paslon Lain, Ini Jawaban Bijak Rachmad Gobel

LINTAS PERITIWA (LIGO) – Kasus baliho Caleg halangi baliho Caleg yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) akhirnya ditindaki Bawaslu Kabupaten Bonebolango. Diketahui Baliho salah satu Partai Politik yang menutupi baliho Caleg Rachmad Gobel dinilai sudah menyalahi aturan.

Hal itu pun sempat mencuat dan jadi pembicaraan banyak masyarakat secara luas. Bahwa ada upaya untuk menghalangi pandangan Tanda Gambar Caleg DPR-RI Rachmad Gobel, terkesan kurang beretika.

Kader Nasdem kepada awak media menyatakan keheranannya atas sikap arogansi yang ditunjukkan oleh perilaku yang kurang elok.

“Kami heran kenapa, sudah tahu ada Alat Peraga Kampanye Partai Nasdem, tetap dipasang di depannya, kan ini tidak bagus,” ujar Alfian Kasim fungsionaris partai Nasdem Bonebol.

Alfian mengaku Partai tersebut ngotot bahwa mereka tidak menyalahi aturan. Padahal sudah diberi tahu.

“Kami sudah mengingatkan dan sempat di Medsos tapi, kok malah Kami yang dipersalahkan. Untuk itu Kami sudah mengadukan hal ini ke pihak Bawaslu Bonebol” lanjut Alfian.

Baliho Rachmad Gobel yang sudah ditertibkan yang sebelumnya terhalangi Baliho salah satu Partai Peserta Pemilu

Ditempat terpisah, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Gorontalo Ridwan Monoarfa menyampaikan bahwa Rachmad Gobel yang diberitahu tentang hal tersebut mengaku tidak mempermasalahkan Balihonya ditutupi oleh Baliho lain.

“Saya sampaikan soal ini bahwa pemasangan Baliho seperti ini Tanda Sikap Pengecut, tidak punya Etika dan Moral Politiknya bangkrut, tapi beliau (Rachmad Gobel) bilang ke Saya begini, ‘Tidak Usah Diributkan Karena RG Itu Balihonya Ada Dihati Rakyat’ begitu yang disampaikan” ujar Ridwan seraya mengungkapkan perkataan Rachmad Gobel.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bonebol saat dikonfirmasi terkait Penertiban Alat Peraga yang jadi pembicaraan hangat di Media Sosial, Dirinya mengaku sudah melakukan Langkah Antisipasi agar tidak terjadi hal -hal yang dapat mengganggu Proses Pemilu 2019.

“Kami sudah memprosesnya, dengan memberikan peringatan sekaligus waktu 3 X 24 Jam kepada Partai tersebut,” tegas Moh. Fahri Kaluku.

Laporan: Jaringan SMSI Gorontalo
Editor: Alan Pakaya

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini