oleh

Bank Muamalat Terus Berinovasi Dan Memperkuat Permodalan

LINTAS EKONOMI (LIGO) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Ballroom Muamalat Tower, Jakarta, Jum’at kemarin, Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana dalam RUPST Perseroan memutuskan adanya Perubahan Susunan Pengurus Perseroan dengan menambah satu Posisi Direktur, yakni Direktur Risiko.

Untuk mengisi Posisi tersebut Dirinya mengangkat Avianto Istihardjo sebagai Direktur Risiko Bank Muamalat yang sebelumnya, menjabat sebagai Chief Risk Officer.

Disamping itu dalam  RUPSLB yang merupakan Persetujuan Tindakan Penjaminan Aset Perseroan sebagai Jaminan Utang Perseroan dan Persetujuan Rencana Aksi Perseroan, sebagaimana diketahui, Bank Muamalat sedang menjalankan Proses Penguatan Permodalan yang saat ini telah berada di tahap akhir, Konsorsium Al Falah Investments Pte. Limited yang dipimpin oleh Ilham Habibie berencana mengakuisisi mayoritas Saham Bank Muamalat sebesar 50,3%.

“Pemegang Saham telah menyetujui seluruh Rencana Aksi dalam rangka Penguatan Struktur Permodalan Perseroan. Saat ini statusnya masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”Ungkap Dirut Bank Muamalat.

Dirinya optimistis dengan masuknya modal maka Bank Muamalat, akan berada dalam posisi yang lebih baik dan lebih leluasa untuk melakukan Ekspansi Bisnis ke depannya.

Selain itu Direktur Utama mengatakan Dana Suntikan Modal sebesar 1,7 Triliun Rupiah dari Konsorsium telah disetor dalam Escrow Account pada 30 April 2019. Ditambah lagi Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin) dan Lynx Asia juga telah menempatkan dana sebesar Rp 300 Milyar pada Escrow Account masing-masing sebanyak Rp 250 Milyar dan Rp 50 Milyar.

Direktur Utama Bank Muamalat pada kesempatan itu kembali menegaskan bahwa Bank Muamalat sejak beroperasi pada 1 Mei 1992, Perseroan akan terus berinovasi dengan menghasilkan produk dan layanan unggulan. Salah satunya Kartu Shar-E Gold Debit Bank Muamalat menjadi Kartu Chip Bank Syariah pertama yang dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya, dijutaan Merchant di seluruh Dunia.

Bank Muamalat juga meluncurkan kampanye #AyoHijrah yang mengajak masyarakat hidup berkah dengan menggunakan Layanan Keuangan yang sesuai dengan Syariat.

Dimana Pemegang Saham Bank Muamalat Indonesia dimiliki oleh Pemegang Saham Islamic Development Bank atau IDB (32,7%), Boubyan Bank, Kuwait (22,0%), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,9%), National Bank of Kuwait (8,45%), dan beberapa Badan Usaha dan Individu lainnya. Boubyan Bank dimiliki oleh National Bank of Kuwait.

Diketahui pada RUPST tersebut ada 6 poin penting  yang dibahas diantaranya persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2018, persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2018 dan pengakhiran masa tugas Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Periode 2014-2019 serta Pengangkatan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk periode berikutnya.

Laporan :  Najid
Editor : Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda