oleh

Bantuan Bencana Sulteng Diamankan Polisi, Ternyata Ini Isinya

LINTAS KRIMINAL (LIGO) – Polres Gorontalo amankan 22 kantong Cap Tikus dari Mobil Pickup yang dikemudikan F Pria (32) tahun dan F Wanita (34) tahun, warga Minahasa Selatan, Sulawesi Utara  saat menggelar Razia kendaraan di Kecamatan Tibawa, Desa Iloponu. Kamis (15/11). Rencananya barang tersebut akan diseludupkan ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur.

Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP Omizon Eka Putra, S.IK menuturkan, awalnya pengemudi Mobil Pick-up ini melintasi jalan Trans Sulawesi Desa Iloponu menuju Sulawesi Tengah, kemudian petugas Kepolisian menghentikan Mobil tersebut untuk diperiksa kelengkapan Surat Kendaraan. Saat diperiksa Petugas mencium bau menyengat dari arah belakang mobil, merasa curiga Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan 22 karung miras yang dikemas layaknya bantuan untuk korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Saat diperiksa oleh Anggota kami dilapangan, Pelaku mengaku membawa bantuan bagi korban bencana Sulteng, namun setelah digeledah ternyata yang dibawa bukan bantuan tetapi Miras jenis Cap Tikus. Kami telah menyerahkan Pelaku dan barang buktinya ke pihak Sat Narkoba untuk ditindak lanjuti,” tutur Kasat Lantas.

Lanjut dirinya mengungkapkan, 22 kantong Cap Tikus tersebut bila dituangkan dalam botol, bisa mencapai 1.760 botol ukural 600 ml.

Ditemui ditempat terpisah, Kasat Narkotika dan Obat Terlarang Polres Gorontalo, AKP Leonardo Widharta S.IK menambahkan, rencananya barang tersebut akan dibawa oleh Pelaku ke Kalimantan Timur melalui jalan darat menuju Palu dan akan diteruskan melalui jalur laut ke Kalimantan Timur.

“Namun pelaku belum mengetahui siapa yang akan menerima barang tersebut di Kaltim nanti,” ungkap Leonardo Widharta.

Satlantas Polres Gorontalo Amankan Mobil Pick Up Bermuatan 22 Kantong Cap Tikus. kamis (22/11) Kecamatan Tibawa (foto: satlantas polres gorontalo)

Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan proses Pemeriksaan kepada Pelaku, serta menunggu Perintah dari Kapolres tindakan apa yang akan dilakukan kedepan kepada Pelaku maupun barang buktinya.

“Tindakan selanjutnya kami masih melakukan proses, apakah tindakan pemusnahan atau mau kita tingkatkan ketingkat lebih tinggi, kami masih menunggu tindakan dari Bapak Kapolres, untuk pelaku sendiri kami belum bisa melakukan penahanan atau tidak mengingat kami baru menerima sehingganya masih perlu interogasi dulu. Pelaku sendiri dikenakan dengan pasal UU Perdagangan namun bila hanya pemusnahan tidak bisa dikenakan pasal.” tukas AKP Leonardo.

Laporan: Agung Julianto
Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda