oleh

Bawaslu Gorontalo Dalami Soal “Yel Yel” Gubernur RH Di Jalan Sehat NKRI

LINTAS POLITIK (LIGO) – Jalan Sehat NKRI yang diselenggarakan pada Minggu 20 Januari 2019 oleh Pemprov Gorontalo dalam rangka menyambut Hari Patriotik 23 Januari 1942 tuai masalah. Pasalnya dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan sambutan mengajak peserta Jalan Sehat NKRI untuk mengikuti “Yel-Yel” yang disuarakan Gubernur Rusli Habibie.

Dalam Acara Jalan Sehat NKRI (Jalan Sehat Hari Patriotik 23 Januari Tahun 2019), Gubernur Gorontalo yang mendapat kepercayaan selaku Juru Bicara Pemenangan Jokowi-Ma’ruf untuk wilayah Indonesia Timur itu, meminta Peserta Jalan Sehat NKRI untuk mengikuti “Yel-Yel” yang disampaikannya saat memberikan sambutan yang terindikasi sebagai Pelanggaran Pemilu.

“Jika Saya berkata Presiden, maka Peserta menjawab Jokowi,” ajak Rusli Habibie yang disambut gembira oleh Peserta Jalan Sehat NKRI.

Ajakan “Yel-Yel” Gubernur RH ini pun diakui oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Jaharudin Umar, MH., dimana Yel-Yel itu mendapat komplain dan diadukan oleh sejumlah Masyarakat.

“Memang ada Masyarakat yang laporkan soal Yel-Yel Gubernur, terkait hal itu kami akan segera lakukan Pleno untuk mendalami apa yang terjadi saat Jalan Sehat itu. Saat ini Kami (Bawaslu) belum bisa memberikan keterangan terkait dengan peristiwa tersebut,” ungkap Jaharudin Umar kepada lintasgorontalo.com yang tergabung dalam Jaringan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Gorontalo. Senin (21/01/2019). Kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo.

“Yel-Yel” Gubernur  Gorontalo yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo, yang diduga sebagai Pelanggaran Pemilu itu dan diikuti oleh ASN yang juga menjadi Peserta Jalan Sehat NKRI. Terkait dengan persoalan itu, Bawaslu Provinsi Gorontalo akan segera lakukan Pleno dan jika persoalan ini dianggap Terindikasi Pelanggaran oleh Keputusan Pleno maka Bawaslu akan lakukan panggilan terhadap pihak-pihak terkait.

“Ini tergantung Keputusan Hasil Pleno (Bawaslu) apakah terjadi Pelanggaran Pemilu. Jika ada, maka Kami (Bawaslu) akan memanggil Pihak-Pihak terkait,” terang Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo.

Jalan Sehat NKRI yang diklaim dikuti oleh 50 Ribu Orang Peserta tersebut yang juga digerakkan dengan “Surat Sakti” dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang ditujukan kepada 5 Kepala Daerah di Kabupaten se-Provinsi Gorontalo. Surat yang ditandatangani Sekda Provinsi Gorontalo DR. Darda Daraba atas nama Gubernur Gorontalo juga berisi Himbauan kepada Pimpinan OPD, ASN, PTT dan Masyarakat di masing-masing Kabupaten untuk mengikuti Jalan Sehat Hari Patriotik 23 Januari Tahun 2019.

Surat Undangan Jalan Sehat NKRI yang ditandatangani Sekda Provinsi Gorontalo

Dalam Surat Sekda yang mengatasnamakan Gubernur Gorontalo itu juga tercantum Doorprize, 1 Unit Rumah Tipe 63, 10 Unit Sepeda Motor dan 50 Unit Sepeda sebagai hadiah undian bagi Peserta yang mengikuti Jalan Sehat Hari Patriotik 23 Januari Tahun 2019 (Jalan Sehat NKRI).

Laporan: Jaringan Berita SMSI/kp
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

1 comment

  1. Saya rasa tdk ada yg salah pd gubernur pd acara jalan sehat itu krn memang jokowi masih presiden sampai saat ini, lain kalau gubernur menyebut PRESIDEN…..!!!! Lantas dijawab Prabowo, naaah……ini yg tdk blh krn sdh melanggar uud yg dibuat olh KPU.

Baca Juga Ini