oleh

Begini Pengakuan Poktan Penerima Bansos GP-PTT Gorut Yang Bermasalah Itu

LINTAS GORUT (LIGO) – Perkara Korupsi Bansos GP2TT di Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara sudah memasuki Tahap Pengembangan yang juga telah ditandai dengan ditahannya 3 Tersangka baru oleh Penyidik Tipikor Polres Gorontalo.

Perkara Korupsi Bansos ini terkait Kelompok Fiktif yang terbentuk menerima Bansos di Tahun 2015.

Rifan Pakaya, warga Desa Molangga, Kecamatan Tolinggula, ketika di temui awak media ini menyatakan bahwa sangatlah adil bila Kasus Korupsi Bansos GP2TT ini juga melibatkan Unsur Lahan Fiktif di dalamnya.

“Lahan Fiktif yang juga harus dicari tahu, contohnya Saya tidak punya sawah dan ternyata Saya dimasukkan dalam kelompok penerima bantuan ini,” kata Rifan.

Ditanya apakah Dirinya menerima Dana Bansos tersebut lebih lanjut Rifan mengatakan Tidak Pernah Menerima.

“Jangankan menerima Dana Bansos GP2TT pak, menjadi Anggota Kelompok saja Saya tidak tahu, sebab Saya tidak mempunyai lahan sawah. Dan Saya pun baru tahu bahwa Saya Anggota Kelompok Molangga Jaya nanti dari Bapak (wartawan,red),” jelas Rifan dengan menggelengkan kepalanya sambil membaca daftar nama Kelompok Tani yang sementara berada di tangannya.

Senada dengan Rifan, Anggota Kelompok lainnya, Buyung Hamzah, Ismail Zaini, dan Baruadi Punono pun mengakui hal yang sama bahwa Mereka Tidak Menerima Dana Bansos GP2TT tersebut.

“Kami berharap agar Penegak Hukum bisa berlaku adil dalam mengusut Perkara Korupsi Bansos ini, kasian juga kan Mereka yang sudah ditahan di Polres bahkan di Lembaga Pemasyarakatan, padahal yang lainnya berkeliaran bebas di luar padahal posisinya sama seperti yang di tahan sekarang,” imbuh Buyung Hamzah.

Rifan Pakaya, (kiri) warga Desa Molangga, Tolinggula dan Narwan Pongoliu, (kanan) Ketua Kelompok Tani Molangga Jaya, yang juga Kepala Desa Molangga tahun 2015.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Molangga Jaya, Desa Molangga, Kecamatan Tolinggula, yang juga kapasitasnya sebagai Kepala Desa saat Pembentukan Kelompok Tani dan penyusunan Daftar Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) membantah adanya anggapan bahwa ada anggota kelompoknya yang tidak mempunyai lahan dan tidak menerima dana bansos GP2TT tersebut.

“Sebagai Ketua Kelompok dan juga Kepala Desa Molangga saat itu (2015), setahu Saya bahwa semua Anggota Kelompok adalah Mereka yang mempunyai Sawah dan juga sebagai Penggarap Sawah milik orang lain, soal tudingan adanya Anggota Kelompok yang tidak mempunyai lahan itu Saya tidak tahu,” terang Narwan Pongoliu membantah tudingan Anggota Kelompoknya.

Berbeda dengan Narwan, Pejabat Kepala Desa Molangga, Arpin Isa mengatakan bahwa indikasi adanya Lahan Fiktif di Kelompok Tani Molangga Jaya benar adanya.

“Kalau melihat Nama-Nama yang ada di CPCL ini Saya memperkirakan hanya ada 12 Hektar lahan yang ada dari total 25 Hektar Lahan yang ada di CPCL ini,” katanya saat di temui di kantornya. Kamis (28/02).

Sementara itu ditanya tentang keberadaan Kepala Desanya yang merangkap Ketua Kelompok Tani Penerima Bansos GP2TT, Camat Tolinggula melalui Sekcam Mudzrabat Kadir mengatakan bahwa pihaknya mengetahui bahwa sesuai Juknis Pelaksanaan Program ini, tidak ada Kepala Desa yang bisa menjadi Ketua Kelompok.

“Kepala Desa tidak boleh menjadi Ketua Kelompok Tani, jadi kalau ada tudingan bahwa ada oknum Kepala Desa yang bertindak sebagai Ketua Kelompok, itu Saya tidak tahu,” ungkap Sekcam Tolinggula ini yang juga mengaku sebagai Anggota Kelompok Tani pada Program yang sama di Kecamatan Biau.

Mudzrabat Kadir, Sekretaris Camat Tolinggula.

Apapun bantahan yang dikemukakan oleh Narwan Pongoliu dan Sekcam Tolinggula, secara faktual di lapangan ada Anggota Kelompok yang tidak mempunyai Lahan dan juga tidak menerima Dana Bansos GP2TT tersebut, pula secara fakta berdasarkan Bukti Daftar CPCL bahwa ada 3 oknum Kepala Desa, yaitu Kepala Desa Molangga (2015) Kepala Desa Ilomangga (2015) dan Kepala Desa Tolite Jaya (2015) adalah berstatus sebagai Ketua Kelompok Tani.

Laporan: Jaringan Berita SMSI
Editor: Alan Pakaya

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini