oleh

Berhasil Tangani Stunting, Kali Ini Pemkab Bandung Yang Kunjungi Pemkab Gorontalo

LINTAS LIMBOTO (LIGO) – Setelah beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Gorontalo menerima Kunjungan dari Pemerintah Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur yang melakukan Studi Tiru Penanganan Stunting, kali ini Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menerima Kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, juga untuk melakukan Studi Tiru Penanganan Stunting. Selasa (01/10).

Asisten II Pemerintah Kabupaten Bandung, Marlan, yang memimpin Rombongan tersebut menyampaikan, masalah Stunting di Kabupaten Bandung masih menjadi problema utama. Tahun 2016 kata Dia, Kabupaten Bandung ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan masuk 100 Daerah yang terkena Stunting.

“Kurang lebih 20 Ribuan Anak-Anak yang terkena Stunting. Kemudian Kami 2018 sudah melakukan berbagai kegiatan termasuk menyusun Rencana Aksi Daerah, dan  melakukan upaya melalui Program Penurunan Stunting di 10 Desa dan 8 Kecamatan,” kata Marlan.

Disamping itu Marlan mengatakan, selain upaya penurunan secara internal pihaknya juga melakukan upaya lain, yakni melakukan Kunjungan di Daerah yang berhasil menurunkan Stunting.

Marlan mengatakan alasan memilih Kabupaten Gorontalo sebagai tujuan kunjungan Studi Tiru Penanganan Stunting setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Kementerian Kesehatan, bahwa Kabupaten Gorontalo menjadi Daerah yang secara signifikan berhasil menurunkan jumlah Stunting.

Alasan itulah pihaknya mengambil Kesimpulan untuk melakukan Kaji Banding di Kabupaten Gorontalo sebagai Daerah yang telah berhasil dalam Penanganan Stunting dan nantinya akan diterapkan di Kabupaten Bandung.

“Kami sengaja datang di Kabupaten Gorontalo ini untuk melihat langsung Kiat-Kiat Program Pemerintah disini. Karena dalam kurun 3 Tahun Penurunan Stunting sangat tajam,” tukas Marlan.

Rombongan Pemkab Bandung dalam rangka Studi Tiru Penanganan Stunting di Pemerintah Kabupaten Gorontalo

Ketua Kelompok Kerja Penanggulangan Stunting Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili saat menerima Kunjungan tersebut menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo fokus Penanganan Stunting dari Tahun 2017 secara terintegrasi di lokus lokasi Stunting yakni di 7 Kecamatan tersebar di 10 Desa.

Komitmen Penanganan Stunting merupakan Program yang diseriusi karena Program itu termuat dalam RPJMD yang berhubungan erat dengan Visi-Misi Pemerintah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia cerdas, sehat dan berkarakter dan mewujudkan pembangunan berbasis kependudukan dan lingkungan hidup. Komitmen inilah kata Cokro yang mendorong Pemerintah untuk membentuk Pokja Penanganan Stunting.

Disamping hal tersebut, keterlibatan OPD yang secara terintegrasi juga dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah Stunting. Sebab upaya tersebut bukan saja menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan namun juga menjadi tangggung jawab OPD lain.

“Keseriusan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ditandai dengan pelaksanaan Rembuk Stunting yang saat itu dihadiri semua Pimpinan Daerah untuk merembuk Program-Program Penanganan Stunting, dimana Kecamatan mengkoordinir Desa untuk bagaimana Program yang komperehensif termasuk PKK mengeroyok Penanganan Stunting,” jelas Cokro. (*B01).

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini