oleh

Bersama Sejumlah Menteri, Rachmad Gobel Temui 21 Perusahaan Jepang

LINTAS NASIONAL (LIGO) – Untuk meningkatkan Investasi di Indonesia, Menko Maritim, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Kepala BKPM serta perwakilan Indonesia untuk Kekaisaran Jepang Rachmad Gobel lakukan pertemuan dengan 21 perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia dan Perusahaan tersebut bergerak di berbagai jenis sektor mulai dari Keuangan, Perbankan, Elektronik sampai Infrastruktur. Kamis (27/06). Osaka Jepang.

Racmad Gobel mengatakan bahwa Pertemuan tersebut dalam rangkaian G20 Summit di Osaka (Jepang), untuk mencari masukan bagi Pemerintah dalam meningkatkan kemudahan Bisnis dan Investasi di Indonesia.

“Banyak Perusahaan Jepang yang sudah berinvestasi di Indonesia. Diharapkan dari Pertemuan ini akan ada peningkatan Investasi dari Jepang karena Indonesia memiliki Pasar yang sangat besar dan bisa menjadi bussiness hub untuk negara ASEAN dan luar negara ASEAN.,” ungkap Rachmad.

Dirinya menjelaskan guna meningkatkan Investasi di Indonesia, ada beberapa Kebijakan di Bidang Keuangan terkait Pajak, Kepabeanan dan Cukai yaitu kebijakan untuk mendapatkan Super Deductible untuk Vocational Training dan Investasi. Fasilitas pertama mendapatkan Tax Holiday, antara lain Investasi diatas 500 Milyar Rupiah terhadap 18 Jenis Usaha Petrokimia, Elektronik, Otomotif, dan lain sebagainya.

Dia menambahkan bila Perusahaan melakukan Vocational Training, maka akan mendapatkan Fasilitas Super Deduction di bidang Perpajakan.

“Yang kedua juga diberikan Tax Allowance, jadi ada pilihan apakah Perusahaan bisa mendapatkan Fasilitas Tax Holiday atau Tax Allowance,” terang Rachmad.

Rachmad Gobel (kanan) bertemu dengan 21 Perusahaan Jepas dalam rangkaian G20 Summit

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mendapatkan Fasilitas Perpajakan tersebut harus menunggu lebih dari satu tahun, saat ini Fasilitas tersebut dapat langsung diterima saat menjalankan Investasi di Indonesia.

Mengenai masalah Perpajakan terkait Digital Economy, Rachmad mengatakan Pemerintah Indonesia sangat terbuka dalam hal ini dan bersedia mendiskusikan lebih lanjut. Selain itu, hal ini juga sedang dibahas di G20 mengenai bentuk Kebijakan Perpajakan di Bidang Digital Economy yang Adil dan Terbuka.

“Pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh untuk membuat Iklim Investasi di Indonesia semakin menarik, termasuk Kebijakan Perpajakan yang Terbuka, Transparan dan Adil,” pungkas Rachmad.

Laporan: Najid Lasale/PRFPRG
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini