oleh

BNN Gorontalo Amankan Ganja Senilai 40 Juta Rupiah

LINTAS PERISTIWA (LIGO) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo ungkap peredaran Narkoba Jenis Ganja seberat 40 Gram yang di jual dengan harga Rp 40.000.000.

Aksi kriminal ini dilakukan oleh pelaku S dan MQM yang ditangkap pada 19 Januari 2019 di lokasi Jasa Pengiriman. Keduanya diamankan, setelah BNNP menerima kabar dari BNN RI bahwa ada pergerakan Peredaran Narkoba ke Wilayah Gorontalo melalui Jasa Pengiriman TIKI JNE.

Kepala BNNP Gorontalo Brigjen Pol Drs. Oneng Subroto SH., MH mengatakan bahwa pihaknya pada Tanggal 17 Januari 2019 mendapat kabar langsung dari BNN RI akan ada pengiriman Ganja dari Depok Jawa Barat menuju ke Wilayah Gorontalo melalui Jasa Pengiriman.

2 Orang Pelaku Pengedar Ganja dibekuk BNN

Dari hasil penyelidikan BNNP yang bekerjasama dengan jasa pengiriman TIKI JNE. BNNP melakukan crosscheck barang kiriman yang dicurigai berisi Ganja. Terbukti, Barang tersebut merupakan Ganja yang di kirim dari Depok Jawa Barat ke wilayah Gorontalo tepatnya Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo.

BNNP kemudian melakukan Penangkapan terhadap pelaku S dan MQM yang juga merupakan Warga asli Gorontalo bersama barang bukti Narkoba jenis Ganja. Penangkapan dilakukan di Kantor TIKI JNE yang terletak di Jl. Gelatik Kelurahan Heledulaa Timur, Kec. Kota Timur, Kota Gorontalo pada 19 Januari.

“Kemudian Petugas BNNP melakukan Lidik bekerja sama dengan Jasa Pengiriman pada Tanggal 19 barang tersebut sampai di Jasa Pengiriman dan akhirnya Kita tangkap yang besangkutan yaitu saudara S dan MQM pada Tanggal 19 tersebut” ujar Oneng dalam Konferensi Pers. Kamis (24/01) BNNP Gorontalo.

Lanjut Kepala BNNP Oneng Subroto,  BNNP mendapatkan informasi bahwa pada akan ada Pengiriman Ganja yang kedua kalinya yakni pada Tanggal 20 Januari dari Daerah yang sama Depok Jawa Barat. Tetapi BNNP tidak dapat mengungkap Pengiriman pada Tanggal tersebut.

Barang Bukti Ganja yang diamankan BNN dari 2 Orang Pelaku

Untuk Pengembangan Kasus ini sendiri, Oneng megakui ada hambatan yang ditemui oleh BNNP, yakni proses Penyidikan berada di wilayah lain yaitu Depok Jawa Barat. Dan akhirya BNNP menyerahkan kembali ke Petugas BNN daerah asal barang tersebut.

“Informasi itu sebetulnya ada dua kali. Namun yang Tanggal 20 Kita tidak bisa menemukan. Yang akhirnya Kita kembangkan, namun sampai sekarang Pengembangannya (terhambat) karena memang bersangkutan dengan Wilayah lain, sehingga Kita informasikan ke asal Barang yaitu dari wilayah Depok Jawa Barat” kata Oneng.

Laporan: Elias
Editor: Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini