oleh

Bupati Nelson Beberkan Visi Untuk Pengembangan Kelapa Di Indonesia

LINTAS KABGOR (LIGO) – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat jadi Pemateri pada kegiatan Konferensi Nasional Kelapa (KNK) IX dan International Coconut Conference tahun 2018 menyampaikan beberapa hal mengenai Keberlanjutan Peningkatan Produksi Kelapa Indonesia. Jumat (16/11) Hotel Peninsula, Sulawesi Utara, Manado

Bupati Nelson menjelaskan, manfaat Kelapa begitu banyak termasuk Nilai Ekspor Kelapa sekarang kata Nelson mencapai 30 Triliun dibandingkan dengan Kopi yang  saat ini masih 19 Triliun. Sehingga Nelson optimis peluang Kelapa untuk menjadi Produk Unggulan masih terbilang luar biasa.

“sekarang yang menjadi problem adalah kita membiarkan peluang itu semua, maka dengan adanya potensi yang ada kami Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (KOPEK) di Seluruh Indonesia dengan 248 Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa bertekad mengeroyok bersama Kemajuan Peningkatan Produktivitas Kelapa itu.” ujar Nelson.

Nelson juga mengungkapkan saat ini Pemerintah di Daerah terkesan tidak perduli terhadap produk-produk Kelapa di daerah. Karenanya, imbau Nelson pihak dari berbagai Kabupaten/Kota  yang seharusnya mengambil alih untuk membangun potensi yang ada.

“Di tingkat Pusat, dana untuk revitalisasi yang ada hanya terbatas yakni hanya 20 ribu hektar setiap tahun, padahal yang hilang 48 ribu hektar, maka kami Pemerintah Daerah ingin mengambil dan berkontribusi dalam pengembangan Kelapa ini.” imbuhnya

Lanjut, Bupati Nelson menambahkan kemungkinan ke depan akan dilakukan kerja sama sebagai harapan agar KOPEK dapat melaksanakan Revitalisasi Pembibitan, karena dirinya mengakui pihak Pemerintah Kabupaten kesulitan dalam ketersediaan Bibit karena sekarang Pemerintah Daerah sulit membeli Kelapa karena harus di sertifikasi lebih dulu.

“Kami berharap banyak melalui Balai Palma juga melalui Perguruan Tinggi untuk mendorong Sertifikasi Bibit-Bibit Unggul Indonesia termasuk melakukan identifikasi.” harap Nelson.

Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo. dengan Kemeja Sulaman Karawo bentuk Pohon Kelapa

Selain itu, Nelson juga menjelaskan terobosan atas problema terkait Pengembangan Kelapa. Mulai dari Pembangunan Irigasi, Pengembangan Industri Terpadu atau Industri Rumahan di Saat Pasca Panen, Proses Pemasaran yang membutuhkan otoritas Kelapa dan Pendanaan dari pihak Bank.

“Semoga ini menjadi terobosan bagi Pemerintah Pusat agar Pengembangan Kelapa bisa dilakukan termasuk melakukan kerja sama dengan Pihak Swasta yang akan menjadi Partner kita dalam membangun Kelapa di Daerah,” tandas Nelson.

Adapun dalam Kegiatan Konferensi Nasional Kelapa ke IX pertama membahas Fakta Perkembangan Kelapa secara Nasional dan bagaimana kolaborasi yang terjadi, secara historis kata “Kelapa” dikenal dengan istilah “Sumpah Palapa” yang artinya “Menyatukan Nusantara”.

Laporan : Agung Julianto
Editor : Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini