oleh

Bupati Nelson : Kehadiran Homestay Dukung Pengembangan Pariwisata Kabgor

LINTAS KABGOR (LIGO) – Kehadiran Harry and Mimin (H & M) Homestay Bungalow memberi warna baru terhadap Kab. Gorontalo. Pasalnya H&M ini selain mengembangkan SDM, juga bisa mengembangkan Pariwisata yang berbasis masyarakat di Kab. Gorontalo. Senin, (05/11/2018) Desa Timuato Kec. Telaga Biru.

Dalam mendukung H & M ini Pemerintah Kab Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, menyambut baik dan bahkan sudah menyediakan Sekretariat.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan memberikan pendampingan termasuk perkumpulan para  Guide, Pemkab Gorontalo saat ini melalui Dinas Pariwisata sudah menyediakan Sekretariat Guide di pentadio resort sebuah Homestay untuk menjadi tempat berkumpul dan melaksanakan diskusi-diskusi,” ungkap Prof. Nelson.

Untuk menarik lebih banyak Wisatawan, Prof. Nelson juga menginginkan agar Homestay ini di bangun  di tiga Desa yakni berada di Timuato, Pentadio dan Talumelito. Selain itu Bupati Gorontalo juga berharap agar H&M ini memiliki tujuan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

”Saya berharap H&M ini banyak mendatangkan para Wisatawan, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan Pendidikan Bahasa Asing terhadap masyarakat sekitar,” harap Prof. Nelson

Pemerintah juga berharap kehadiran Hary and Mimin dapat membantu Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mengembangkan Pendidikan dan Bahasa Asing.

Sementara itu salah satu pengelola Homestay, Mimin menerangkan bahwa Homestay ini berbasis Kearifan Lokal yang harapannya dengan adanya Homestay ini maka para Wisatawan akan berkunjung ke Timuato dan bisa berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Timuato.

“Kami selaku pemilik Homestay juga sebagai Guide selalu  berusaha memberikan pelayanan terbaik sehingga mereka betah tinggal di Gorontalo,” terang Mimin.

Bupati Nelson berbincang dengan wisatawan

Lanjut Mimin menjelaskan juga, untuk Sekolah Alam yang diberi nama Timuato Institute untuk memberikan kursus gratis terhadap anak-anak  sekitar dengan berbagai bahasa.

“Sebelum memulai kursus dimulai dengan permainan tradisional Gorontalo, seperti Lompat Tali Tengge Tengge, Lari Kelereng. setelah itu mereka melanjutkan dengan kursus dan kegiatan rutin yang dilaksanakan  setiap Sabtu,” pungkasnya.

Laporan: Agung Julianto
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda