oleh

Dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Nelson Didaulat Jadi Narasumber.

LINTAS NASIONAL (LIGO) – Dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang digelar di Jakarta Convention Center, Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo pada sesi “Setting The Context” Lokakarya Pertama yang bertajuk “Aplikasi Yurisdiksi Berkelanjutan”, Nelson didaulat sebagai Narasumber.

Menariknya Orang Nomor Satu di Kabupaten Gorontalo ini dipercayakan membuka secara resmi Diskusi mewakili Pengurus LTKL.

Dalam paparannya, Nelson yang juga sebagai Koordinator Program Bidang Pengembangan Bisnis dan Investasi LTKL itu mengawali dengan menceritakan proses terbentuknya Lingkar Temu Kabupaten Lestari oleh 8 Kabupaten dari 6 Provinsi di Indonesia pada bulan Juli 2017 lalu dengan disaksikan dan didukung oleh Jejaring Mitra Pembangunan serta Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

“Dasar pembentukan LTKL berdasarkan Komitmen SDGs, Penurunan Emisi dan Pemerintahan Terbuka. Sebagai suatu Forum, LTKL berupaya untuk menjembatani tantangan Pembangunan Berkelanjutan,” kata Nelson.

Lanjut Dia menambahkan, berdasarkan Hasil Rapat Umum Anggota 2019 telah memutuskan bahwa jumlah Kabupaten Anggota LTKL menjadi 11 Kabupaten. Dan 3 Kabupaten diantaranya dengan status Kabupaten dinon-aktifkan selama satu tahun yaitu Kabupaten Batanghari, Rokan Hulu dan Labuhan Batu Utara dan penambahan Anggota Baru yaitu Bone Bolango.

“Saat ini, Jejaring Mitra LTKL berada di tingkat Kabupaten dan Nasional sejumlah 15 Mitra,” tambahnya.

Nelson menjelaskan program prioritas Lingkar Temu Kabupaten Lestari antaranya, Masterclass Investasi Lestari, Kerangka Daya Saing Daerah (KDSD) dan Narasi Lestari.

Masterclass Investasi Lestari merupakan Program Pelatihan bertahap yang dirancang untuk mendukung Pemerintah Kabupaten dan Pemangku Kepentingan dalam mempersiapkan Portofolio Investasi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Topik pertama Masterclass Investasi Lestari adalah Komoditas, antara lain adalah Karet, Kakao, Kopi, Rempah, Kelapa, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) serta Sawit dan proses ini telah dimulai sejak Desember 2018.

Bupati Nelson bersama Anggota LKTL

Sementara itu, terkait tujuan utama dari KDSD itu kata Nelson untuk menyederhanakan proses Pengukuran dan Pelaporan pada Kabupaten Anggota LTKL. KDSD merupakan rangkuman dari Kebijakan Nasional dan Kerangka Berbasis Pasar untuk peningkatan Produktivitas Komoditas Lestari, yang diselaraskan dengan kebijakan di daerah.

Terkait program Narasi Lestari sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat yang merupakan Program untuk mendukung Narasi Lestari melalui inisiatif Kuliner Lestari, Oleh-Oleh Lestari dan Wisata Lestari di Kabupaten LTKL. Tujuan program ini mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dalam mewujudkan Visi Kabupaten Lestari di Kabupatennya masing-masing yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal yang sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan.

“Pada dasarnya saat ini, Lingkar Temu Kabupaten Lestari terus mendorong Gotong Royong Multipihak untuk mencapai target Pembangunan Berkelanjutan di tingkat Kabupaten,” tandas Nelson.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini