oleh

Demi Baju Lebaran Kartin Jadi Penjual Takjil

LINTAS RAMADHAN (LIGO) – Terik matahari siang itu seakan tidak menyurutkan aktifitas Kartin. Wanita parubaya yang sudah berumur 50 Tahun itu memiliki kegigihan yang patut di acungi jempol. Sebab di usianya yang tak lagi muda Ia masih harus bergelut dengan rutinitas menghidupi keluarga, ditambah lagi pada Ramadhan 1440 Hijriah ini Dirinya memiliki keinginan membelikan baju baru bagi keluarganya.

Apalah daya yang dapat dilakukan wanita tua itu untuk memenuhi keinginan anak-anaknya agar bisa membeli baju Lebaran, Dirinya harus bekerja keras walaupun hanya dengan menjual es kelapa muda sebagai menu untuk Buka Puasa. Dibulan Suci Ramadhan ini Ia mencoba peruntungan sebagai salah satu Penjual Takjil, dari pukul 14.00 hingga 18.30. Ia menunggu pembeli yang datang memebeli es kelapa mudanya.

Keuntungan Kartin sebagai penjual es kelapa  dapat di katakana tidak terlalu besra hanya 200.000/hari. Sebab saat Ramadhan, Kartin bukanlah satu-satunya penjual es-kelapa muda.

3 Tahun menekuni pekerjaan menjual ES Kelapa Muda, Kartin seakan tak pernah lelah sebab rutinitas itu sudah mendarah daging di hidup Kartin.

Selain menjual Es Kelapa Muda Kartin juga menjual Nasi Kuning yang pada hari biasanya Ia menjual nasi kuning di depan rumahnya,

“Torang sobiasa ba jual bagini jadi tidak mo dapa rasa susah, kalau ba jual nasi kuning dari anak-anak masih kakacili. Napa skarang anak-anak so ada suami masing-masing” tuturnya sambil mengusap peluh.

Sebagai penjual takjil Kartin kerap merasakan suka dan duka kerasnya kehidupan kota, persaingan dalam mendapatkan lokasi menjual dagangannya termasuk salah satu suka dan duka yang dialami oleh Kartin.

Walaupun begitu Usaha keras dalam berjualan Takjil dilakukan oleh Kartin tak lain denga harapan untuk dapat memenuhi kebutuhan anak cucunya, termasuk untuk membeli baju Lebaran bagi mereka. Keinginan besar itulah yang terus menjadi kekuatan bagi Kartin.

“Saya petujuan ba jual ini es kalapa cuma mo babili bli baju perlengkapan lo anak-anak, cuma itu. Saya pe mau samua-samua bisa mo bili kalau sanggup”sambungnya.

Kesulitan seakan tak mampu melawan keinginan kuat Kartin serta tak sedikitpun menyurutkan semangatnya ketika berjualan Takjil yang menjadi salah satu pengaharapan dalam mendapatkan berkah Ramadhan kali ini.

“Pokoknya yang penting bajual dulu biar banyak saingan tidak apa yang penting mo dapa doi”tegasnya dengan penuh semangat.

Laporan : Mirna Ahaya
Editor : Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda