oleh

Dewan Kota Akan Dorong Pemkot Gorontalo Manfaatkan Program Hibah Air Bersih

LINTAS DEKOT (LIGO) – Pemerintah Kota Gorontalo dinilai belum memanfaatkan Program Pemerintah Pusat untuk pemasangan air bersih bagi keluarga berpenghasilan kecil di Kota Gorontalo. Hal ini ungkapkan Ketua DPRD Kota Gorontalo Fedriyanto Koniyo. Kamis (01/11) usai mengikuti Lokakarya Peminatan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Tahun 2019 di salah satu hotel di Jakarta.

Bahkan Ketua DPRD juga menyebut di Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo merupakan satu-satunya daerah yang belum memanfaatkan Program Hibah Air Bersih ini.

“Semua daerah di Provinsi Gorontalo itu sudah memanfaatkan Program ini. Tinggal di Kota Gorontalo yang belum memanfaatkannya. Sehingga ketika saya pulang nanti saya akan mengundang Pemerintah Daerah, melalui instansi terkait dan PDAM untuk merancang Program Pemerintah Pusat ini agar masuk di Kota Gorontalo,” ujar Fedriyanto Koniyo.

Setelah mengikuti Lokakarya tersebut Fedriyanto juga menuturkan, dirinya mendapatakan informasi bahwa PDAM di seluruh Indonesia itu diharapkan menyiapkan sebuah dukungan Pemerintah Daerah melalui DPRD agar dapat memberikan dana APBD Hibah Pemasangan Air Bersih Bagi Keluarga Dengan Berpenghasilan Kecil.

“Dengan harapan setelah diberikan dana pendampingan APBD, nanti Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU/PR akan melakukan penggantian terhadap dana APBD yang sudah dikeluarkan itu,” tutur Fedriyanto Koniyo.

Intinya dalam Program ini lanjut Fedriyanto Koniyo, ada keberpihakan Pemda terhadap Pelayanan Air Bersih kepada masyarakat yang berpenghasilan kecil. Makannya model bantuannya terlebih dahulu, ucap Fedriyanto harus ada inisatif dari Pemda untuk memberikan bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Dirinya juga menegaskan, masyarakat yang berhak menerima bantuan ini adalah masyarakat yang berpenghasilan kecil bukan masyarakat miskin. Sebab masyarakat berpenghasilan kecil dianggap mampu untuk membayar tagihan air bersih setiap bulannya, namun sulit untuk membayar Biaya Pemasangan Air Bersih.

“Kalau masyarakat berpenghasilan rendah itu biasanya tidak mampu membiayai pemasangan air bersih tetapi dengan penghasilannya itu mampu membiaya tagihan air perbulannya. Sementara kalau masyarakat dalam kategori miskin itu dikhawatirkan nanti setelah terpasang tidak dapat membayar tagihan setiap bulannya,” terang Fedriyanto.

Lokakarya Peminatan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Tahun 2019

Sementara untuk mengetahui data masyarakat berpenghasilan rendah salah satu indikator yang dapat diukur adalah dengan melihat besarnya kapasitas listrik yang dipasang di rumah masyarakat tersebut.

“Kalau kapasitas listrik dirumahnya besar otomatis dia tidak termasuk dalam kategori keluarga berpenghasilan rendah, tapi kalau kapasitas daya listrik yang dipasang dirumahnya rendah, maka dia berhak mendapatkan bantuan Pemasangan Air Bersih bagi yang belum memiliki Air Bersih dirumahnya,” pungkasnya.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini