oleh

Dewan Kota “Kurangi” Anggaran Bimtek Dan Perjalanan Dinas SKPD Kota Gorontalo

LINTAS DEKOT (LIGO) – Anggaran Perjalanan Dinas SKPD di Kota Gorontalo di nilai tidak rasional. Hal ini membuat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Kota Gorontalo tidak lagi percaya dengan usulan porsi anggaran yang dimintakan SKPD pada Tahun Anggaran 2019. Dan bahkan, Banggar Dewan Kota justru mengurangi porsi anggaran Perjalanan Dinas SKPD, karena DPRD merasa sering di bohongi dengan berbagai Program yang pada akhirnya hanya untuk Perjalanan Dinas. Selasa (27/11).

Keputusan ini bukanlah tanpa alasan. Sebab menurut Ketua DPRD, Fedriyanto Koniyo, Anggaran Perjalanan Dinas SKPD di Kota Gorontalo selama ini dapat “dibilang” cukup besar.

“selama ini  kami menilai Anggaran Perjalanan Dinas cukup besar. Hampir 40 Milyar Rupiah,” ungkap Fedriyanto, Kemarin (26/11) dalam Rapat Banggar.

Meskipun demikian, Perjalanan Dinas ini bukanlah hal yang tidak penting. Sebab kata Fedriyanto, hal itu dilakukan untuk menunjang Kinerja SKPD dengan mengikuti Bimtek di luar daerah yang semata-mata untuk meningkatkan Kualitas Pelayanan.

“Walaupun Bimtek dan Perjalanan Dinas ini penting, menurut kami hal itu harus dikurangi. Kalau biasanya selama satu tahun 5 kali, itu dikurangi menjadi 3 kali,” imbuhnya.

Sementara itu, Hais Karel Nusi juga sangat menyayangkan SKPD yang melakukan Bimtek dan Perjalanan Dinas  dengan menggunakan Anggaran yang tidak rasional di luar daerah.  Hais juga mengungkapkan jumlah anggaran yang terbuang di daerah lain untuk melaksanakan Bimtek bisa dbilang angkanya sangat fantastis dengan total mencapai 760 Juta Rupiah untuk sekali Bimtek.

Menurutnya hal itu justru menguntungkan Daerah lain, dan merugikan Kota Gorontalo.

“Itu uang yang digunakan di luar daerah itu membuat uang kita dari Gorontalo berputar di Daerah lain. Kalau misalnya itu dilaksanakan di Daerah sendiri, uang itu akan berputar di Daerah sendiri. Kalau begitu tidak masalah,” ujar Hais Nusi.

Rapat Banggar DPRD Kota Gorontalo

Ketua Komisi C ini juga menilai, Bimtek yang dilakukan oleh SKPD kadang menjadi tidak bermanfaat dan bahkan hanya sekedar buang-buang Anggaran. Karena kata Hais selama ini dirinya mengetahui pasti, setiap Pegawai SKPD yeng mengikuti Bimtek tidak terfokus pada apa yang diberikan dalam Bimtek dan tidak mempraktekkannya.

“Selama ini kan saya tahu, saat mengikuti Bimtek, Pegawai di SKPD itu hanya berpikir, yang penting sudah mengikuti Bimtek dan mengisi absen, kami tahu itu,” ungkap Hais pada SKPD dalam Rapat Banggar.

Sehingganya Dirinya meminta kedepan, setiap Bimtek yang dilaksanakan oleh SKPD harus dilakukan di Daerah sendiri agar tidak membuat Anggaran Daerah terbuang percuma dengan jumlah Anggaran yang tidak rasional.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda