oleh

Dialog BEM Fisip Unisan, Pertegas Integritas Pengawas Pemilu Dan Media Massa

LINTAS KAMPUS (LIGO) – Berbagai Isu Politik yang dilontarkan menjelang Pemilu Tahun ini mewarnai Pesta Demokrasi di Indonesia. Memang bukanlah hal yang biasa, setiap Pemilu menyerang Lawan Politik dengan isu adalah cara yang sering dilakukan untuk meraih simpati Publik.

Namun berbeda dengan Pemilu tahun ini. Dimana, informasi yang bersifat HOAX lebih banyak mengisi Ruang Publik dan dikhawatirkan akan mencederai proses Demokrasi di Indonesia.

Selain itu, hal yang sering terjadi dalam Pemilu adalah adanya kecurangan, black campaign dan bentuk pelanggaran lainnya. Integritas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi jalannya Pemilu pun dipertanyakan. Sama halnya dengan Media Massa, sebagai penyedia Informasi dan Sarana Kontrol Sosial yang diharapkan mampu memberikan pengawasan dan melaporkan Peristiwa secara real dalam Pemilu tahun ini.

Menurut Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FISIP Unisan Gorontalo, Rusli Dentaw, integritas peran Bawaslu dan Media Massa seharusnya mampu mengawal pesta Demokrasi tahun ini, dengan tentunya memberikan pengetahuan kepada Publik, sehingga terwujud Pemilu yang cerdas dan Demokrasi yang sehat.

“Harapan Mahasiswa untuk Bawaslu dan Media Massa dalam mengawal pesta Demokrasi 2019 di Provinsi Gorontalo adalah memberikan Pencerahan Akal dan Pikiran Mahasiswa dalam memetakan mana isu yg Otentik dan HOAX sehingganya apa yang jadi harapan dari UUD 1945 yang salah satu poinnya, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan serta menjaga Ketertiban Dunia dapat terwujud,” ujar Rusli dalam Dialog Publik yang dilaksanakan BEM FISIP Unisan, bersama Bawaslu dan Pelaku Media. Sabtu (23/02) Aula Satu Unisan Gorontalo.

Dirinya juga berharap, peserta Pemilu harus memberikan Visi dan Misi yang akan dilakukan ketika terpilih nanti. Dan yang paling penting kata Rusli, Peserta Pemilu harus memiliki Integritas untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Jangan sampai ketika Mereka Terpilih, yang mereka pentingkan hanyalah Keluarga dan Orang-Orang disekitarnya. Seharusnya Mereka memiliki Visi, apa yang akan dilakukan kedepan. Dan Saya berharap masyarakat di Gorontalo juga menjadi Pemilih yang cerdas dan memilih calon yang benar-benar mewakili Kepentingan Publik,” harap Rusli.

Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Jaharudin Umar sebagai Narasumber dalam Dialog Publik tersebut menegaskan, Bawaslu menjalankan tugasnya sebagai aturan Pemilu. Dirinya menegaskan, Bawaslu akan bertindak tegas kepada Peserta Pemilu yang terbukti melanggar aturan Pemilu. Dan hal itu telah terbukti, beberapa Peserta Pemilu yang terbukti menjanjikan Barang atau Uang, langsung di tindaki oleh Bawaslu.

Dialog Publik BEM FISIP Unisan, bersama Bawaslu dan Pelaku Media.

Sementara itu, peran Media Massa dalam Pemilu menurut Syahrir Soleman, S.IKom, M.Ikom., Pemimpin Redaksi Media Siber lintasgorontalo.com yang juga Perwakilan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Gorontalo itu, menjelaskan fungsi dan peran Media dalam Pemilu adalah melaporkan setiap Peristiwa Politik yang tentunya Peristiwa yang disampaikan mampu memberikan Informasi yang menambah khasanah pengetahuan Publik.

Syahrir juga menjawab kerisauan Publik yang seakan tidak lagi percaya dengan Integritas Media sebagai Lembaga Independen. Karena menurut Publik, Media saat ini lebih cenderung berpihak kepada Peserta Pemilu dan mengabaikan kepentingan Publik.

“Media itu punya Kebijakan Redaksi yang tidak bisa dicampuri oleh siapapun, sehingga ada Peristiwa yang dinilai Publik layak diberitakan, namun Media tidak memuat Peristiwa itu bukan karena keberpihakan Media tetapi karena Kabijakan Redaksi tadi yang tidak bisa dicampuri oleh siapapun,” ungkap Syahrir.

Namun Dirinya yakin, Media Massa di Gorontalo akan selalu memberikan Informasi yang akurat dan mendidik Publik dalam Pemilu 2019.

Laporan: Sri Degu
Editor: Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini