oleh

Dibayarkan Per 1 April 2019, ASN Kabgor Terima Kenaikan Gaji 5 Persen

LINTAS KEUANGAN (LIGO) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan pembayaran gaji ASN yang berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru Tahun 2019 dengan kenaikan 5 persen akan dicairkan. Kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut, tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan ke 18 atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

“Setelah di Undangkan pada tanggal 13 Maret 2019, sehari sesudahnya pada tanggal 14 Maret kami langsung dapat salinan PP-nya. Dengan adanya hal itu, maka Kami segera menyesuaikan gaji ASN berdasarkan aturan terbaru itu. Dan berdasarkan aturan terbaru itu juga per 1 April 2019 harus disesuaikan dan dibayarkan ke ASN,” ungkap Kepala Badan Keuangan Dra. Dewi Masita Usman saat ditemui lintasgorontalo.com diruang kerjanya. Rabu (27/3/2019)

Dewi Masita Usman menyampaikan bahwa untuk melakukan pembayaran gaji ASN tersebut, pihkanya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo. Menurutnya, pembayaran gaji dengan total Rp. 23,7 Miliar ini harus ada koordinasi baik dengan Bupati yang merupakan pengambil kebijakan.

“Setelah kami dapat Salinan PP terbaru tentang Kenaikan Gaji ASN, kami langsung melakukan konsultasi dengan Pak Bupati, dan tanpa pikir lama, Alhamdulillah Beliau menginstruksikan untuk segera di bayarkan,” terang Dewi.

“Meski Kabupaten Gorontalo memiliki kemampuan cukup baik untuk melakukan pembayaran gaji dengan nilai Rp. 23,7 Miliar. Tapi tetap harus ada konsultasi dengan Pimpinan Daerah,” sambungnya.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo ini menjelaskan saat ini Badan Keuangan telah melakukan persiapan guna pencairan gaji ASN untuk bulan April nanti.

“Persiapan yang Kami lakukan pertama adalah penyesuaian di Sistem Informasi Menejemen Keuangan Daerah tentang Penggajiannya. Setelah itu tanggal 20 Maret kemarin Kami sudah melakukan Pencetakan Daftar Gaji dan Kami sudah bagikan ke seluruh SKPD untuk mereka buatkan SPM di tanggal 29 Maret. Setelah itu Kami melakukan Proses Verifikasi tentang Kelengkapan Dokumen Tagihan Gaji. Selanjutnya di tanggal 1 April sudah terbit Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan dihari yang sama juga Kami pastikan sudah masuk ke rekening ASN. Jadi perlu diingat bahwa yang dimasukkan ke Kami pada tanggal 29 Maret itu baru gaji April yang sudah di sesuaikan berdasarkan PP terbaru. Tapi para ASN tidak perlu khawatir karena di tanggal 1 April itu Kami sudah mulai menyusun Rapel dari selisih gaji dari bulan Januari sampai Maret. Dan dijadwalkan pembayarannya di Minggu kedua April,” terang Dewi Masita Usman.

Dilansir dari Kontan.co.id, dalam lampiran PP disebutkan,

  • Gaji terendah PNS (Golongan I/A Masa Kerja 0 Tahun) menjadi Rp 1.560.800, sebelumnya Rp 1.486.500. 

  • Gaji tertinggi PNS (Golongan IV/E Masa Kerja lebih 30 Tahun) menjadi Rp 5.901.200 dari sebelumnya Rp 5.620.300.

  • Gaji terendah PNS Golongan II (II/A Masa Kerja 0 Tahun), kini menjadi Rp 2.022.200, sebelumnya Rp. 1.926.000,

  • Gaji tertinggi PNS Golongan II (II/D Masa Kerja 33 Tahun) menjadi Rp. 3.820.000 sebelumnya Rp. 3.638.200.

  • Gaji terendah Golongan III (III/A Masa Kerja 0 Tahun), kini menjadi Rp. 2.579.400, sebelumnya Rp 2.456.700,

  • Gaji tertinggi Golongan III (III/D Masa Kerja 32 Tahun) menjadi Rp. 4.797.000 sebelumnya Rp. 4.568.000.

  • Gaji terendah PNS Golongan IV (IV/A Masa Kerja 0 Tahun) menjadi Rp. 3.044.300 sebelumnya Rp. 2.899.500, dan

  • Gaji tertinggi PNS Golongan IV (IV/E Masa Kerja 32 Tahun) menjadi Rp. 5.901.200 sebelumnya Rp. 5.620.300.

Laporan : Gilang
Editor : Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini