oleh

Dilaporkan Ke Polda, Jubir Bupati : Laporan Oknum ASN Itu Lucu

LINTAS PERISTIWA (LIGO) –  Soal Pelaporan Bupati Boalemo Darwis Moridu Ke Polda Gorontalo oleh Kabag Protokoler Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo Masran Rauf, Senin malam kemarin, mendapat tanggapan dari Juru Bicara Bupati, Eka Putra Santoso.

Menurutnya, Pelaporan tersebut adalah hal yang lucu. Sebab Bupati-lah yang harusnya marah karena membela Rakyat yang saat itu telah menunggu kehadiran Gubernur untuk memberikan Bantuan, namun tak kunjung datang.

“Laporan yang disampaikan oleh Oknum ASN Provinsi itu Lucu. Karena Dia melaporkan yang menjadi Hak Bupati karena membela Rakyat. Jadi Kita masih bingung, dalam Tuntutan apa. Sementara Bupati marah-marah karena ada alasan, dan konteksnya adalah marah-marah karena Keterlambatan Pembagian Bantuan,” ucap Eka Putra, kepada lintasgorontalo.com Rabu (06/02).

Namun soal pelaporan balik terhadap Oknum ASN yang melaporkan Bupati itu, Eka Putra mengatakan masih dalan Proses Pengkajian oleh Tim Penasehat Hukum Bupati.

“Kita masih mengkaji soal Laporan itu. Namun dalam konteks Opini Publik, hal ini sudah merugikan Bupati Boalemo. Soal Pelaporan Balik, Kita akan menuju kesana,” tegas Eka Putra.

Sebelumnya, Senin Malam (04/02) Pukul 21.00 WITA, Masran Rauf telah melaporkan Bupati Darwis Moridu ke Polda Gorontalo karena dinilai telah menjatuhkan harga diri, dengan memarahinya di hadapan Penerima Bantuan yang hadir saat itu.

Dalam sebuah Video yang telah viral itu, Masran Rauf “Kena Semprot” dari Bupati Darwis yang mempertanyakan keberadaan Gubernur yang tak kunjung datang. Padahal penerima bantuan sudah berada di Lokasi Penerimaan Bantuan sejak Pukul 07.00, dan hingga waktu yang telah dijadwalkan, Gubernur tak juga datang. Sebab masih melaksanakan Agenda di Kecamatan Wonosari Desa Sari Tani.

Soal Laporan ke Polda, kepada lintasgorontalo.com, Selasa (05/02) Masran Rauf menyampaikan ada 2 hal yang menjadi Laporannya ke Polda Gorontalo atas Insiden Marah-Marah itu.

“Ada 2 hal yang menjadi Laporan Saya. Yang pertama soal Harga Diri Saya yang di marahi Bupati. Dan semua Orang sudah melihat Video yang Viral itu, yang dimarahi Bupati dan Orang yang hadir tepuk tangan saat saya di marahi. Tadi juga Saya di Kwandang, ada yang menegur Saya dan mengatakan, ini yang dimarahi pak Bupati Boalemo ya ?, ini yang menjadi kegalauan Saya, soal person Saya yang diserang, yang dimarahi,” ungkap Masran Rauf.

Masran Rauf, Kabag Protokoler Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo serahkan Laporan insiden marah-marah Darwis Moridu ke Polda Gorontalo. (foto: Masran Rauf)

Yang ke dua menjadi laporannya Ke Polda Gorontalo adalah, masalah Tugas dan Jabatannya sebagai Kabag Protokoler. Karena pada saat itu, Bupati Darwis memaksa untuk menyerahkan secara Simbolik Bantuan yang seharusnya diserahkan oleh Gubernur Gorontalo.

“Masalah Harga diri jabatan Saya, Saya menjabat sebagai Kabag Protokoler. Yang menjadi kegalauan Saya adalah, Saya dilecehkan, dihinakan dimuka umum. Misalnya pada saat itu Bupati Darwis memaksa untuk menyerahkan Bantuan secara simbolik, Saya mempertaruhkan Jabatan Saya. Seandainya Saya mengizinkan saat itu sehingga konsekuensi Saya dengan Gubernur,” ungkap Masran.

Selain itu, yang menjadi kegalauan Masran Rauf video tersebut sudah dilihat oleh Keluarga dan Anaknya yang melihat Masran Rauf dimarahi di depan umum.

“Harga diri Saya dilecehkan, Saya dimarahi kemudian orang lain tepuk tangan,” ungkap Masran.

Pada Laporannya ke Polda, Masran Rauf menyerahkan Laporan dan Flashdisk yang berisikan 3 Video Bupati Darwis Moridu yang memarahinya dan juga Saksi-Saksi.

Sementara soal Laporan ini, Kabag Humas Polda Gorontalo Wahyu Tri Cahyono, ketika di konfirmasi Belum Memberikan Tanggapan.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini