oleh

Dinilai Gagal Serap Anggaran, “Porsi” Anggaran Dinas Pendidikan Terancam Dikurangi

LINTAS DEKOT (LIGO) – Badan Anggaran DPRD Kota Gorontalo, soroti kurangnya penyerapan Anggaran yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Gorontalo. Bahkan menurut Hais Nusi dari seluruh SKPD, Dinas Pendidikan-lah yang paling kurang penyerapan anggarannya.

“Ada SKPD yang membutuhkan Anggaran, tidak teranggarkan, hanya kita prioritaskan kepada SKPD tertentu, hanya saja mereka tidak bisa menyerap Anggaran yang telah kita sediakan,” ujar Hais Nusi dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar), Senin  (26/11).

Hais menilai, Kepala Dinas Pendiikan Kota Gorontalo tidak mampu menjalankan tugasnya, Sehingga Hais dengan tegas meminta Walikota untuk segera mengganti Kepala Dinas Pendidikan beserta Ketua-Ketua Bidangnya.

“Saya menilai Kepala Dinas Pendidikan ini perlu diganti, karena tidak mampu menyerap Anggaran. Ini perlu diganti oleh Walikota. Bukan hanya Kepala Dinas-nya tapi Kabid-Kabidnya juga. Kalau Walikota tidak mengganti maka kita buat seperti ini juga, kita tidak mempercayakan Anggaran untuk Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Fedriyanto Koniyo juga mengatkan hal yang sama. Dirinya mengatakan dalam catatan Banggar DPRD, SKPD yang melakukan Serapan Anggaran terendah adalah Dinas Pendidikan Kota Gorontalo.

“untuk apa kita Anggarkan yang besar kemudian tidak akan terserap. Padahal di SKPD lain juga sangat membutuhkan Anggaran. Oleh sebab itu ada beberapa pos anggaran yang kita rasionalisasi supaya di anggarkan disektor lain,” ujar Fedriyanto Koniyo.

Namun lanjut Fedriyanto, dalam struktur APBD berdasarkan Undang-Undang 20 persen APBD untuk Pendidikan tetap dipenuhi.

“Yang ‘aksesoris aksesoris’ begitulah yang kita pangkas dan kita alokasikan kepada SKPD lain,” terang Fedriyanto.

Rapat Banggar DPRD Kota Gorontalo

Dinilai tidak mampu menyerap Anggaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, DR. Abram Badu membantah. Bahkan dirinya mengungkapkan selama ini pihaknya mampu menyerap Anggaran yang lebih besar.

“Daya serap saya 2 tahun terakhir daya serap kami diatas 90 persen. Coba tanyakan di Badan Keuangan berapa daya serap kami,” ujar Kepala Dinas membantah.

Abram Badu juga mengatakan, terkait keputusan Dewan Kota untuk mengurangi Anggaran di Dinas Pendidikan Kota, bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan.

“Oh tidak.. Tidak masalah. Bagi Saya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda