oleh

Dosen IPB Tersangka Pemasok Bom Terancam Dipecat Dari PNS

JAKARTA (LIGO) – Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB, tersangka Pembuat Bom Molotov, telah diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS. Bahkan, jika memang terbukti bersalah, ia akan dipecat sebagai PNS.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis kemarin (3/10) pihaknya masih menunggu Keputusan Hukum yang akan diterima oleh AB nanti. Apabila memang terbukti bersalah, maka Dosen tersebut akan dipecat sebagai PNS.

“Kalau memang sudah ditetapkan, sikap Pemerintah jelas, sesuai dengan UU dan Peraturan yang ada, mereka harus diberhentikan sementara sebagai PNS-nya. Tidak boleh ada, harus diberhentikan sementara.” ucap Menristek.

“Nanti menunggu Keputusan Hukum, Kepastian Hukum, kalau mereka dalam hal ini ada Tindak Pidana kemudian disitu diputuskan oleh Hukum secara pasti apabila dia harus dipenjara, katakan sampai lebih dari dua tahun, harus Pemberhentian Pemecatan sebagai PNS. Ini penting,” ucap Nasir lagi.

Nasir juga menambahkan, Dia sudah memanggil Rektor IPB guna memberikan klarifikasi terkait permasalahan ini. Menurutnya hal tersebut sebagai peringatan bersama agar ke depan hal serupa tidak terjadi lagi. Ia pun mengingatkan kepada para rektor di seluruh Indonesia agar tidak ada dosen yang terpapar radikalisme, apalagi hal semacam itu tersebar di lingkungan kampus.

“Rektor Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, sudah Saya kumpulkan pada tanggal 30 September lalu. Intinya adalah jangan sampai para Dosen para Pegawai terpapar Radikalisme dan intoleransi yang ada dalam Kampus.” terangnya.

“Mari Kita jaga bersama, karena Pendidikan yang ada kita harus menjaga kebersamaan yang ada di Perguruan Tinggi negeri. Kalau Perguruan Tinggi Swasta Saya meminta kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Swasta supaya kita Kampus menjadi kondusif,” lanjut Nasir.

Sementara terkait Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa, Nasir menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang Mahasiswa untuk melakukan Aksi Demonstrasi karena itu merupakan Hak Warga Negara.

Namun menurutnya, alangkah baiknya, kalau diadakan Dialog bersama antara Mahasiswa dan Pemerintah. Bahkan menurut Nasir, Presiden Jokowi pun sangat terbuka untuk melakukan Dialog dengan para Mahasiswa.

“Mohon maaf, sekarang tidak ada sesuatu yang disembunyikan dalam Ruangan Tertutup pun terbuka juga era teknologi informasi sekarang yang sangat terbuka tidak berarti harus di tempat terbuka. Dalam Ruangan pun sangat terbuka juga,” kata Menristekdikti. (*J01/voaindonesia).

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini