oleh

Enaknya Berbuka Dengan Ilabulo, Makanannya Raja-Raja Gorontalo

LINTAS RAMADHAN (LIGO) – Setiap Daerah memiliki makanan khasnya termasuk di Gorontalo itu sendiri. Terlebih di Bulan Suci Ramadhan banyak makanan khas yang di buru masyarakat sebagai takjil untk berbuka puasa, salah satunya Ilabulo.

Makanan Ilbulo ini sudah ada sejak jaman Kerajaan di Gorontalo, hal ini terbukti dari terkenalnya Ilabulo sebagai makanan  dikalangan para Raja-Raja Gorontalo. Bahkan ilabulo dijadikan sebagai simbol  Filosofi Pemersatu di kalangan Raja-Raja pada waktu itu.

Terutama ketika perang perebutan Wilayah dan kekuasaan sedang terjadi antara Kerajaan Hulonthalangi dan Kerajaan Limutu. Ketika Raja yang bertikai akan berdamai, maka ilabulo akan selalu disuguhkan menjadi santapan utama.

Dibulan Suci Ramadhan ini begitu banyak Pedagang Takjil di Gorontalo yang menyediakan Ilabulo sebagai salah satu menu Buka Puasa dengan berbagai farian harga serta rasa yang tentunya tidak mengecewakan para pembelinya. Salah Pedagang Takjil yang menjual Ilabulo adalah Odin (18 tahun).

Ia mengatakan, harga Ilabulo bisa berkisar hingga mencapai 7.500 perbungkus, tergantung dari ukuran Ilabulo itu sendiri, semakin besar ukurannya maka harganyapun semakin besar.

“Lumayan laku, perhari 700 bungkus. Perbungkus 5.000 dengan yang 7.500,”jelas Odin  pada Lintasgorontalo.com  Jumat (10/05).

Ilabulo dalam Bahasa Gorontalo berarti sagu ati ampela. Dua bahan ini merupakan bahan utama yang menjadi penguat rasa di makananan Khas Gorontalo yang satu ini,  bila salah satu diganti maka rasa keasliannya akan menghilang.

Adonan bahan Ilabulo terditi dari tepung sagu yang bertujuan untuk membentuk tekstur yang padat dan kompak, menstabilkan emulsi, mengikat air dan memperbaiki sifat adonan.

Bahan-bahan yang digunakan adalah rempah-rempah yang terdiri dari dedaunan, seperti daun kemangi, daun seledri, dan daun bawang yang dirajang halus. Diberi pula bawang putih serta bawang merah yang diiris tipis.

Bagi penyuka pedas, dapat ditambahkan cabai sesuai selera. Bumbu lainnya yang juga ditambahkan pada pembuatan Ilabulo yaitu kemiri, lada, dan garam untuk memberi rasa.

Penambahan telur pada makanan ini akan membuat bahan-bahan Ilabulo terintegrasi jadi satu kesatuan makanan yang enak.

Kemudian adonan (campuran semua bahan dan bumbu) itu lalu dibungkus pada daun pisang, kemudian dibakar, namun ada pula yang dikukus. Namun untuk pemasakan, ilabulo akan lebih nikmat jika dibakar. Dan hal inilah yang dilakukan oleh kebanyakan para Penjual Ilabulo di Gorontalo yakni memasak Ilabulo dengan cara membakar.

Jadi bagi  yang berpalesiran ke Gorontalo tidak akan lengkap rasanya tanpa menyicipi makanan Khas Gorontalo yang satu ini, rasa yang begitu oriental serta Khas Daerah Gorontalo ini diyakini mampu membuat para penikmatnya ingin kembali menikmati Ilabulo ini.

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini