oleh

Festival Pesona Danau Limboto Satukan Fenomena Alam dan Budaya

LINTAS PARIWISATA (LIGO) – Festival Pesona Danau Limboto 2018 akan segera digelar mulai 21-25 september 2018 mendatang. Pesona danau limboto yang memadukan anatara pesona alam dan budaya Gorontalo dapat dipastikan pelaksanaannya membuat pengujung terhibur dan terkesan.

Berbagai rangkaian kegaiatan menarik juga akan dilaksanakan dalam festival danau Limboto, seperti Karnaval Budaya Multi Ethnic, Perahu Dayung Tradisional, Colour Run Limboto Lake 10 K, Festival Kuliner, pemilihan Nou dan Uti, Pameran Expo (memamerkan Usaha Kecil Menengah bagi pelaku usaha ekonomi Kreatif).

Selain itu masyarakat juga dapat mengikuti lomba Foto Destinasi Pariwisata, lomba Foto Underwater, Dulamayo Adventures, dan Go Fun Bike Taula’a-Biluhu 2018.

Provinsi Gorontalo sendiri memiliki dua event yang masuk dalam kalender nasional. Dua event itu tersebuy mendapatkan dana batuan dari Kementrian pariwisata (kemenpar).

“Di Gorontalo ini ada 17 event, dua event masuk di top 100 even nasional. Pertama Gorontalo Karnaval Karawo dan Festival Pesona Danau Limboto. Kedua event itu wajib dipromosikan secara masif, 60 persen dari dana yang didapat wajib digunakan untuk promosi,” ujar Menpar Arief Yahya, Rabu (29/8).

Banyaknya atraksi menarik dalam pelaksanaan festival danau Limboto diharap mampu mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan di Gorontalo. Hal tersebut diiringi dengan pertumbuhan sarana akomodasi dan infrastruktur terutama penerbangan ke Gorontalo.

Selain atraksi budaya, Festival Pesona Danau Limboto juga diwarnai dengan fenomena alam migrasi burung.

“Migrasi burung-burung itu adalah atraksi yang alamiah dan langka. Tidak banyak daerah yang bisa melihat pergerakan burung-burung dalam gerombolan besar itu. Apalagi dihibur dengan aneka seni budaya. Inilah yang harus dijaga dan dilestarikan ekosistemnya. Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata Arief Yahya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Gorontalo, Dr. Nancy Lahay,M.P mengatakan, migrasi burung ini merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun.

“Kedatangan burung migran ini sudah terlihat sejak pertengahan Agustus. Puncaknya nanti di minggu terakhir bulan September. Burung yang migrasi itu di antaranya trinil semal, trinil kaki hijau, kedidi leher merah, gagang bayam timur, dan lain banyak lagi,” terang Nancy.

Berbagai jenis burug migrasi ini datang saat musim dingin di belahan bumi utara dan mengembara ke arah selatan bumi termasuk Indonesia untuk mempertahankan hidupnya.

“burung-burung ini datang dari belahan bumi utara. Keberadaan burung tersebut bisa disaksikan di persawahan, pantai, danau, atau tempat lain yang tidak terhalang. Burung-burung ini berkelompok kecil hingga ribuan ekor. Mereka sibuk mencari makan dan beristirahat,” terang Nancy Lahay

Lanjut Nancy, pawai budaya akan diikuti beberapa suku yang mendiami Gorontalo. Mereka akan mengenakan busana adat masing-masing. Busana tradisional peninggalan Kerajaan Gorontalo akan tampil dalam parade ini.

“Sedangkan dalam diskusi tentang kegiatan kepariwisataan, sejumlah kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam bagian Danau Limboto diundang dalam acara ini. Mereka akan mempresentasikan pengelolaan danau di daerah masing-masing,” terangnya lagi

Selain menikmati festival, di Danau Limboto wisatawan bisa menikmati bersampan dengan nelayan sambil melakukan pengamatan burung-burung air. Selama ini memang kebanyakan yang datang pakar lingkungan, pengamat burung, atau yang suka wisata alam.

Tidak hanya itu, lanjut Nancy, di Danau Limboto, juga ada sumber mata air panas (geotermal), kolam renang dan kuliner berbagai daerah yang dapat dinikmati pengunjung.

“Sehingga Festival Pesona Danau Limboto ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman. Karena di sana akan banyak hal menarik untuk dinikmati selain atraksinya,” pungkas Nancy.

Item Kegiatan pada Festival Danau Limboto 2018 (foto: pr intan)

Lalu bagaimana aksesnya ke Gorontalo? Penerbangan komersial saat ini telah menghubungkan Gorontalo dengan dunia luar. Penerbangan harian tersedia dari Jakarta melalui Makassar (Ujung Pandang) ke Gorontalo dengan Lion Air dan Sriwijaya Air.

Garuda Indonesia juga sudah membuka rute penerbangan ke Gorontalo dari Jakarta, Denpasar (Bali), Surabaya dan Makassar. Dari Manado, Wing Air terbang setiap hari, berangkat pada malam hari ke Gorontalo.

Untuk amenitas di Gorontalo juga aman. Terdapat cukup banyak model penginapan di Gorontalo, mulai dari hotel budget yang bertarif murah, tarif sedang, maupun hotel kelas menengah ke atas dengan tarif cukup mahal.

Hotel Budget atau Hotel Murah memasang tarif antara Rp 55.000 hingga Rp 250.000. Ada hotel yang letaknya dekat dengan Gorontalo Mall, sudah termasuk sarapan dan fasilitas cukup baik. Hotel ini memiliki fasilitas ruang rapat dan penyedia tur keliling kota.

Laporan: Press Release/Intan

Editor: Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini