oleh

Hais Nusi Tidak Terdaftar Sebagai Caleg Untuk 2019, Ada Apa Dengan Golkar..?

LINTAS POLITIK (LIGO) – Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo Hais Karel Nusi nampaknya tidak akan mengikuti perhelatan Pileg 2019 nanti. Bukan karena tidak dipilih oleh rakyat atau maju dengan partai politik lain, akan tetapi kader partai Golkar ini tidak lagi tercatat sebagai caleg yang masuk pada bursa caleg yang diajukan oleh partai Golkar Kota Gorontalo.

Meski begitu, Hais tidak serta merta pindah ke partai lain, walaupun sebenarnya banyak partai yang menawarkannya untuk bergabung. Hais Karel Nusi enggan meninggalkan partai Golkar, baginya Golkar adalah rumah terbaik dan juga sudah separuh umurnya ia habiskan berjuang di partai berlambang pohon beringin itu.

“Saya tidak lagi diakomodir oleh Golkar untuk masuk bursa caleg periode 2019-2023. Dengan keputusan ini saya sendiri tidak kaget karena ini merupakan sanksi yang harus saya terima karena pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 2018 ini, saya terang-terangan melawan perintah partai,” tutur Hais Nusi di ruang kerjanya, Rabu (18/07/2018).

Karena tidak taat pada perintah partai, dirinya menganggap wajar ketika tidak mendapatkan dukungan partai Golkar. Namun dirinya mengaku tetap masih bingung dengan keputusan Golkar, karena menurutnya, mendukung dan tidak mendukung pun dirinya tetap akan mendapatkan sanksi.

“Ketika 5 tahun lalu saya berjuang untuk MADU sampai Marten Taha jadi Walikota. Saya nyaleg Marten Taha tidak membantu saya. Bahkan satu tahun saat ia menjabat, kemudian menggelar Musda Golkar, posisi saya wakil ketua 2 diganti menjadi wakil ketua 6 digantikan oleh Risman Taha. Sekarang saya tidak mendukung juga kena sanksi. Tapi tidak apa, saya sudah siap dengan sanksi ini,” ungkap Hais.

Meskipun tidak terakomodir, Hais Nusi tetap memuji keberhasilan Ketua DPD II Golkar Marten Taha sebagai Walikota untuk periode yang ke-2.

“Semoga beliau cepat dilantik sebagai Walikota. Karena saya masih berharap Kota Gorontalo di pimpin oleh beliau yang memang memiliki pengalaman. Dan di Kota Gorontalo beliau adalah Walikota yang kedua memimpin Kota selama 2 periode setalah pak Medi Botutihe,” ujar Hais Nusi.

Persoalan ini pun sampai pada Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo yang juga Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dimana Hais Nusi mencoba mengkoordinasikan secara langsung kejelasan namanya yang tidak terdaftar kepada Ketua DPD I Golkar Gorontalo.

Pada penyampaiannya Rusli Habibie saat konferensi pers di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo, senin (16/07/2018) kemarin mengatakan sudah menyelesaikan konflik yang terjadi di DPD II Golkar Kota Gorontalo.

“Memang disalah satu dapil, Dungingi dan Kota Barat salah satu kader ditolak teman-temanya.Tapi saya sudah telepon pak Marten selesai sudah. Dan yang bersangkutan tetap diakomodir. SK-nya sudah ada, pertimbangannya kelanjutan. Dan itu komitmen kita, karena beliau anggota fraksi di DPRD Kota Gorontalo dan di itu juga komitmen kita,” terang Ketua DPD I Golkar.

Laporan : Najid Lasale
Editor : Ang

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini