oleh

Hanya 25 Jam, 500an Juta Rupiah “Dihabiskan” Dinas PMD Gorut

LINTAS GORUT (LIGO) – Dinas PMD Gorut yang menggelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel. Ini diterangkan Zakir Pahrun sebagai Penanggungjawab Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Hotel Peninsula Manado, Sulut.

“Ini untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana mengelola Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel, sehingga Kepala Desa tidak akan bermasalah hukum. Kepala Desa juga diberikan penguatan tentang bagaimana mengelola Aparat Desa yang sudah bekerja dengan baik, agar tidak terkesan semena-mena,” terang Zakir.

Dalam sebulan terakhir sudah ada beberapa oknum Kades di wilayah Gorontalo Utara yang terjerat hukum lantaran kurangnya pemahaman bagaimana mengelola Keuangan Desa, hingga berujung pada persoalan Perbuatan Melawan Hukum yang melibatkan Perangkat Desa. Sehingga Pemateri yang dihadirkan pun berasal dari Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara, Polres Gorontalo, Bappeda, Inspektorat dan Dinas Keuangan.

Bimtek yang diikuti oleh 123 Kepala Desa dan 10 Camat se-Kabupaten Gorontalo Utara itu menelan Anggaran hampir 200 Juta Rupiah yang bersumber dari APBD. Zakir Pahrun mengungkapkan untuk setiap Kades dibebankan pada APBDes.

“Kami gunakan Anggaran yang berasal dari DIPA Dinas PMD, bersumber dari APBD, sedangkan setiap Kepala Desa, untuk Uang Saku dan Perjalanannya dibebankan ke APBDes, dan para Camat menggunakan SPPD yang bersumber pada DOK setiap Kecamatan. Dinas PMD hanya menanggung masalah Akomodasi dan Materi Bimtek,” ungkap Zakir via telepon seluler.

Seorang Camat yang mengikuti Bimtek yang dibuka dan ditutup oleh Sekda Gorut itu digelar sejak Minggu, 28 Juli 2019 pukul 21.00 WITA hingga Senin, 29 Juli 2019 pukul 22.00 WITA juga membenarkan pernyataan Zakir tersebut.

“Kalau Saya, Uang Transportasi dan Uang Saku ditanggung sendiri melalui Dana yang ada di Kantor Camat, begitu juga Kepala Desa menggunakan Biaya Perjalanan Dinas yang dibebankan pada APBDes masing-masing,” jelas Camat yang enggan namanya disebutkan.

“Kalau Uang Saku Camat itu per hari di hitung 800 Ribu Rupiah dan kebetulan Saya menggunakan Pesawat. Kalau Kepala Desa, Biaya Perjalanan Dinas-nya sebesar 2 Juta 750 Ribu Rupiah.” sambungnya.

Belum habis dengan persoalan hukum yang menjerat oknum Perangkat Desa yang menyalahgunakan Anggaran Dana Desa, justru Dinas PMD Gorut menggagas kegiatan yang bila diakumulasikan menghabiskan Dana sebesar hampir 500-an Juta Rupiah bahkan hanya dalam waktu 25 Jam saja. (F01)

Editor: Ompi

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini