oleh

Harkopnas Kabupaten Gorontalo, Kadis Koperasi : Persiapan Kami Mulai Matangkan Mulai Sekarang

LINTAS EKONOMI (LIGO) – Persiapan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tingkat Kabupaten Gorontalo tengah dibahas dan telah empat kali melakukan pertemuan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo Drs. Ayuba S. Hida usai menghadiri rapat Koordinasi Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi di New Rahmat Hotel, Kota Gorontalo, Kamis (12/07/2018).

Ayuba S. Hida kepada lintasgorontalo.com mengungkapkan, segala kebutuhan pada pelaksanaan Harkopnas tingkat Kabupaten Gorontalo terus dimatangkan. Harkopnas ke-71 ini dipusatkan di Kecamatan Tolangohula.

“Sudah empat kali kita pertemuan rapat. Jadi kegiatan puncaknya akan dilaksanakan di Kecamatan Tolangohula. Mengapa harus disana..? Karena setiap harkop kita berpindah-pindah. Dan tahun lalu itu di Kecamatan Limboto,” ungkap Ayuba.

Dijelaskanya juga, dalam peringatan Harkopnas Kabupaten Gorontalo, akan diwarnai dengan beberapa kegiatan dan pemberian bantuan untuk masyarakat gerakan koperasi.

“Yang kita lakukan adalah. Pertama adalah bantuan, seluruh koperasi kita himbau untuk mengambil mengambil bagian dalam mengentaskan kemiskinan. Kemiskinan dimaksud dititik beratkan pada pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang beruntung dan kurang lebih sudah terkumpul 243 siswa yang dibantu gerakan koperasi. Kedua membangun rumah layak huni bagi yang tidak mampu. Alhamdulillah kita dapat membangun 3 rumah layak huni, kemudian TPA dan membangun lapak kuliner di Kecamatan Tolangohula. Dan rencananya semua itu akan diresmikan Bupati pada 21 Juli 2018,” tukas Ayuba.

“Kita sekarang ada persiapan tentang itu. Kita tambah dengan kegiatan bhakti sosial, pemberian bantuan sembako kepada 600 orang, ada temu wicara Bupati dan masyarakat gerakan koperasi,” tambah Ayuba lagi.

Selain itu, di momen Harkopnas Kabupaten Gorontalo Ayuba berharap seluruh gerakan koperasi kedepan bisa menjadi sebagai primadona kembali, mengingat koperasi ini adalah soko guru perekonomian Indonesia.

“Kita tahu kan koperasi adalah primadona di tahun 70-an sampai 90-an. Setelah terbukanya era pedagangan bebas, koperasi mulai terpuruk. Namun mulai saat ini kita harus mengantisipasi hal itu terjadi lagi,” tutupnya.

Laporan : Najid Lasale
Editor : Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini