oleh

Hidupi Keluarga, Pria Ini Jemput Rezeki Di Tong Sampah

LINTAS RAMADHAN (LIGO) – Siang itu di tengah Keramaian Kota Gorontalo dibawah terik mentari yang begitu menyengat membakar kulit, nampak Pria Paruh Bayah dengan sekuat tenaga mengayuh sepedanya yang di dibelakang sepeda tersebut terdapat gerobak kardus, sesekali Pria Paru Bayah itu mendorong sepedahnya, tak kuat lagi menggayuh.

Pria Paruh Bayah itu bernama Idris Dama (69 thn)  Masyarakat Dembe Jaya. Di usia yang tak lagi muda Idris Dama terus berjuang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, lelahpun tak terasa yang ada hanya peluh yang terlihat membasahi pelipisnya.

Untuk bertahan hidup, Ia harus bekerja  mencari rezeki Halal dari ALLAH SWT, apalah daya Dirinya hanya bisa mengumpulkan kardus-kartus bekas untuk dijual. Perkerjaan ini telah ditekuninya sejak tahun 1995 hingga saat ini.

“Hari-hari Saya ba mulung bagini, Saya mulai ba mulung dari tahun  1995, dan samua itu untuk keperluan hari-hari,”kata Idris

Idris menarik gerobaknya dengan  sepeda untuk mengumpulkan kardus serta beberapa botol yang ditemuinya dijalan maupun di tempat sampah. Ia begitu menikmati pekererjaannya itu,  bahkan dibulan Puasa pekerjaannya itu terasa ringan karena sudah terbiasa.

“Ba mulung sampe gelangggang, dari jam 6 pagi sampe jam 12 siang . Pokoknya kalau so dapa somo pulang . So biasa ba karja jadi tidak rasa barat cuma hari pertama saya rasa susah cuma lama-lama so biasa.”jelasnya.

Meski pekerjaan ini cukup menguras tenaga namun kenyataannya hasinya tidak begitu besar, akan tetapi bagi Idris apapun yang ditemui dijalan akan dipungutnya meskipun harganya tidak seberapa.

“Mo tumpuk dulu nnti so banyak baru mo jual sampe mo dapa dua koli. Itu dua koli mo dapa di 5 hari. Harga 1 kg botol  itu cuma 1.500 kalau botol. Kalau kardus cuma 500 dan kalau  botol plastik itu mahal biasa 5.000. Pokoknya samua ketemu bawa biar murah saya mo ambe.” tuturnya

Dalam menjalani pekerjaan sebagai seorang Pemulung sempat beberapa kali Idris harus mendapatkan luka ditangan karena terkena beling ketika hendak mengambil kardus, namun Idris tak memiliki banyak keinginan hanya ketika mendapatkan uang dari hasil memulung maka uang tersebut lekas diberikan kepada sang Istri.

“Kotor skali tempat sampah itu cuma so biasa baru jaga pake kayu dengan ganco. Dan Saya pernah taluka dengan pica botol sementara ba mulung itu, tapi biar bagitu Saya pe tujuan itu cuma mo kase sama maitua samua uang”jelasnya sambil tersenyum.

Laporan : Mirna Ahaya
Editor : Najid

Komentar

Berikan Komentar Anda