oleh

HMI Minta Pemerintah Kota Gorontalo Perjelas Keberlanjutan Program SMART City

LINTAS KOMUNITAS (LIGO) – Apa kabar SMART CITY?  Masihkah ada kelanjutannya atau hanya sekedar angin surga yang membelai Masyarakat Gorontalo. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Umum HMI Cabang Gorontalo, Abdul Rajak Babuntai. Kamis , 10/01/2019.

“Saya melihat bahwa Implementasi SMART CITY di Kota Gorontalo ini agak aneh, Kita bisa melihat kata Smart City terpampang dimana-mana. Tapi progresnya tidak jelas, apalagi hanya bicara soal Gratis Dari Lahir Sampai Mati. Mulai dari urusan Akta Kelahiran hingga Akta Kematian,” ujar Abd. Rajak Babuntai.

Di Kota lain konsep Smart City berhubungan dengan Kemajuan Teknologi yang menjadi Pusat Pengolahan Data, Supporting Data untuk Pimpinan dalam pengambilan keputusan serta Monitoring dan Evaluasi. Selain itu, juga mempermudah Pelayanan Publik dan menjadi Media Promosi.

“Di beberapa Kota yang ada di Indonesia SMART CITY itu berhubungan dengan Connecting, Controlling, dan Monitoring yang memanfaatkan Teknologi. Mestinya Pemerintah Kota Gorontalo yang di pimpin oleh Bapak Marten Taha. Membangun Rumah Big Data, sebut saja misalnya Kota Gorontalo Command Center.  Di situ Pemkot dapat mengontrol kerja-kerja Kadis dan Jajaran Birokrasi yang ada di Kota Gorontalo, apakah benar-benar bekerja atau tidak,” terang Sekretaris HMI  Cabang Gorontalo dari UNG ini.

Selain itu, dengan adanya Kota Gorontalo Command Center tersebut, Pemkot bisa memantau langsung aktivitas warga kota Gorontalo setiap harinya.

“Kalau Pak Walikota sudah berjanji ke Rakyat Kota Gorontalo untuk menjadikan Kota Gorontalo sebagai Kota Yang Smart, seharusnya Beliau menseriusi hal itu, apalagi Pak Marten Taha kembali terpilih sebagai Walikota Gorontalo,” terangnya lagi.

Masyarakat Gorontalo itu bisa di bilang sudah banyak yg melek IT sehingga Pak Walikota harus berani menciptakan inovasi-inovasi untuk melayani Warga yang memanfaatkan  Teknologi dalam Program-Program Pemerintahan.

Kita tunggu kedepannya, apakah SMART CITY hanya sekedar angin surga, tanpa ada  implementasi yang jelas, ataukah masih dilanjutkan untuk menjadikan Kota Gorontalo sebagai Kota Cerdas lewat Program Smart City.

Sementara itu, Walikota Gorontalo, Marten Taha menyampaikan bahwa Program Smart City ini akan tetap dilaksanakan karena Program ini memberikan kemudahan dalam pelaksanaan berbagai Kegiatan dan Kebijakan yang telah di tetapkan dari awal.

“Smart City itu kan hanya sekedar penerapan IT, banyaknya Aplikasi, adanya CCTV tapi bagaimana Kita menerapkan Konsistensi Program dan Kebijakan yang berorientasi kepada Masyarakat sehingga Program dan Kebijakan teesebut benar-benar bisa dirasakan Masyarakat,” terang Marten Taha.

Selain itu Marten Taha yang juga kader HMI, juga menjelaskan bahwa SMART CITY ini jug memberi akses kepada Masyarakat dalam memberikan Masukan, Koreksi ataupun Kritikan terhadap Pelaksanaan Program dan Kebijakan yang ditetapkan.

“Kami juga sudah punya Rumah Datanya yang disebut dengan Gorontalo Command Center, bahkan sekarang sudah ada Aplikasi-Aplikasi baru yang memudahkan Kita, terutama Saya sebagai Kepala Daerah dan Pimpinan-Pimpinan OPD untuk mengontrol kerja-kerja Pegawai, untuk mengontrol masalah Pemasukan Pajak, masalah Pengangkutan Sampah dan lain sebagainya,” tandasnya.

Laporan: Sri Devy
Editor: Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini