oleh

Ini Alasan Dekot Gagas Gorontalo Jadi Kota Layak Anak

LINTAS KOTA (LIGO) – Ekploitasi dan Kekerasan Anak yang masih sering terjadi, menjadi dasar bagi DPRD Kota Gorontalo mengusulkan Ranperda Kota Layak Anak di Kota Gorontalo.

Memang sangat disayangkan, Anak-Anak yang seharusnya mendapat Perlindungan dan hak-haknya ini harus menerima perlakuan kasar dari Orang Tua bahkan Pelecahan Seksual. Sehingga menurut DPRD, untuk mencegah kekerasan terhadap Anak, Perda Kota Layak Anak merupakan Solusi atas Tindakan tidak sepatutnya tersebut.

“Target Kami adalah, dengan Perda ini Kekerasan dan Ekploitasi Anak di Kota Gorontalo tidak lagi,” ujar Tien Suhartin Mobiliu Ketua Pansus II usai Rapat Lanjutan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Kota Layak Anak. Senin (25/02). Aula I DPRD.

Lanjut Tien Mobiliu menjelaskan, Ranperda yang sedang dirancang ini juga membuka ruang bagi Anak untuk mendapat fasilitas pelayanan yang ramah Anak, karena Anak merupakan tanggung jawab Pemerintah yang diperkuat dengan Perda Kota Layak Anak.

“Undang-Undang yang menjamin bahwa Anak itu merupakan tanggung jawab Pemerintah, di lain sisi Masyarakat juga harus turut serta dalam mendukung Ranperda ini, agar Anak mendapatkan hak-haknya,” terang Tien Mobiliu.

Mendukung Ranperda Kota Layak Anak, Ketua Forum Perlindungan Anak Kota Gorontalo Harun Daluku yang hadir pada Rapat Lanjutan Ranperda tersebut, dirinya mengatakan di Kota Gorontalo masih banyak ditemui Anak yang menerima kekerasan dan Anak yang di ekpolitasi di Bidang Ekonomi, dengan memanfaatkan Anak untuk berjualan ataupun mengemis.

“Anak yang berdiri di Lampu Merah mengemis, Anak yang diperalat untuk Berjualan di Kota Gorontalo sering kita jumpai,” ungkap Harun Kaluku.

Menurutnya Kota Layak Anak seharusnya ada Komitmen antara semua Pihak, baik Eksekutif, Legislatif dan Masyarakat untuk memenuhi Hak Anak. Karena selama ini Harun melihat hak Anak di Kota Gorontalo masih banyak belum terpenuhi.

Melihat masalah Sosial, karena alasan Ekonomi merupakan salah satu alasan yang banyak ditemui Forum Perlindungan Anak Kota Gorontalo saat menemui Orang Tua yang Anaknya dimanfaakan untuk berjualan dan mengemis. Selain itu alasan membantu Orang Tua mencari nafkah juga menjadi alasan yang banyak ditemui.

“Apapun alasannya itu adalah bentuk Eksploitasi secara Ekonomi. Tapi itu bisa ditolerir apabila, Anak tersebut membantu Orang Tua setelah Anak pulang Sekolah,” ungkap Harun.

Meskipun alasan itu, menurut Harun dapat di tolerir, tapi Jaminan Keselamatan Anak saat bekerja juga ditegaskannya harus ada.

Harun Kaluku Ketua Forum Perlindungan Anak Kota Gorontalo, saat menghadiri Usulan Ranperda Kota Layak Anak

Selain Ranperda Kota Layak Anak mengatur Hak Anak, harus juga mengusulkan dalam Ranperda tersebut seharusnya dicantumkan kewajiban Anak.

“Jangan hanya Haknya saja yang diatur, tetapi kalau bisa Mereka juga harus ada kewajiban. Kewajiban menjalankan Pendidikan dengan baik misalnya, atau kewajiban melaksanakan Ibadah,” ungkap Harun.

Melalui Ranperda ini, Ia berharap Kekerasan Anak dan Eklpoitasi Anak dengan alasan Ekonomi di Kota Gorontalo dapat berkurang. Karena menurunnya setiap tahun, Kekerasan dan Ekpolitasi Anak di Kota Gorontalo terus bertambah.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Alan Pakaya

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini