oleh

Inovasi Pendidikan Kabgor Jadi Motivasi Bagi Pemerintah Pusat

LINTAS LIMBOTO (LIGO) – Meskipun letak Kabupaten Gorontalo jauh dari Pusat Ibu Kota Indonesia, namun inovasinya di Bidang Pendidikan telah banyak memotivasi Pemerintah Pusat untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Bidang Pendidikan. Wajar saja, Pendidikan merupakan Program Prioritas Utama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, apalagi Bupati Nelson Pomalingo berkeinginan untuk menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai Kota Satelit Pendidikan di Indonesia Timur.

Inovasi Pendidikan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo itu menarik perhatian dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK TK/PLB), sehingganya Kabupaten Gorontalo menjadi Daerah Pertama dilaksanakannya Program Nasional Peningkatan Kompetensi  Pendidik dan Tenaga Kependidikan bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Bidang Program dan Informasi, PATK TK/PLB mengakui, Inovasi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten di Bidang Pendidikan telah banyak memotivasi pihaknya. Bahkan berbagai prestasi di Bidang Pendidikan, Kabupaten Gorontalo sering mencatatkan namanya sebagai Juara Nasional.

“Gorontalo lokasinya boleh jauh, tapi Namanya begitu dekat. Karena banyak Inovasi yang Memotivasi kita di Pusat. Ternyata lokasi itu tidak membatasi harumnya Nama Daerah ketika kinerjanya memang hebat,”puji Kepala Bidang Program dan Informasi, P4TK TK/PLB, Dr. Agus Mulyadi M.M, dalam Seminar Nasional.Peningkatan Kompetensi  Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Rabu (24/04) Aula Dikbud Kabupaten Gorontalo.

Sementara itu dalam kegiatan yang sama, Sekda Ir. Hadijah U Tayeb dalam sambutannya membuka Seminar itu mengatakan bahwa Pendidikan Merupakan Program Prioritas Utama Pemerintah Daerah, dan setiap tahunnya Pemerintah selalu memberikan porsi anggaran yang lebih untuk meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Gorontalo. Karena menurut dia apabila Daerah ingin maju, maka Pendidikannya harus lebih maju.

Sekda Ir. Hadijah U Tayeb di Dampingi Kadis Pendidikan Menerima Plakat Kerja Sama Program Nasional P4TK TK/PLB dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Disamping itu kata Sekda, nasib Pendidik juga harus diperhatikan, terutama nasib Pendidik PAUD yang menurutnya tugasnya lebih sulit dibanding dari Pendidik yang lain karena harus ikhlas dan sabar memberikan pengetahuan kepada Anak – Anak Usia Dini. Karena itu, Pemerintah Daerah telah menjamin kesejahteraan Pendidik PAUD melalui Anggaran Dana Desa (ADD) namun tetap dikontrol oleh Pemerintah Daerah.

“Dan bagi Pendidik PAUD yang belum S1 itu Pemerintah terus mendorong untuk melanjutkan studynya, dan Pemerintah telah melakukan Kerja Sama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Gorontalo agar Pendidik PAUD bisa melanjutkan S1,”terang Sekda.

Lanjut Sekda menambahkan, Pendidikan bagi Anak umur 1 sampai 10 Tahun, harus di Didik dengan sebaik mungkin, karena di masa itu merupakan masa emas bagi Anak yang akan terus di ingatnya sampai dewasa nanti.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebuayaan, Dr. Lilian Rahman Menyampaikan bahwa Pendidikan di Kabupaten Gorontalo telah dipetakan.

“Kami petakan pertama kami Potret Pendidikan sebelumnya seperti apa, sementara seperti apa, dan harapan yang diinginkan sesuai Standar Pendidikan Nasional,”kata Kadis Lilian Rahman.

Dirinya juga mengatakan khusus Pendidik PAUD, kedepan Pemerintah tidak menginginkan ada lagi Pendidik yang bukan S1 seluruhnya di dorong untuk melanjutkan study, sehingga seluruh Pendidik Paud adalah Sarjana.

1000 Pendidik PAUD Menjadi Peserta Seminar Nasional PROGRAM P4TK TK/PLB.

Lebih lanjut Dirinya mengatakan, Pendidikan Paud di Kabupaten telah mencatatkan sejumlah prestasi. Diantaranya, terbaik 1 Nasional untuk Program Generasi Cerdas Desa yang kemudian oleh World Bank seluruh Paud di Kabupaten Gorontalo diberikan anggaran 180 juta setiap Desa yang merupakan Program dari Kementerian Pendidikan. Sehingga menurut Lilian Rahman Pendidikan Paud di Kabulaten Gorontalo merupakan cerminan Pendidikan Paud di seluruh Indonesia.

Laporan : Najid Lasale
Editor : Syahrir

 

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini