oleh

Jawaban EW Atas Kabar Negatif Tentang Dirinya Saat “Visi-Misi” Penjaringan Calon Rektor

LINTAS KAMPUS (LIGO) – Proses Penjaringan 3 Calon Rektor dari 5 kandidat Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Senin kemarin (02/05) masih menjadi pembicaraan hangat dikalangan khalayak. Seluruh kandidat Calon Rektor bersaing menampilkan kualitasnya yang dijabarkan melalui Visi-Misi dan Program yang akan dilakukan ketika terpilih menjadi Rektor.

Yang paling menarik perhatian saat tahapan Tanya Jawab antara Senat UNG dan kelima Kandidat Calon Rektor itu adalah, ketika  DR. Eduart Wolok ST., MT., peraih Suara Terbanyak Ke-2 itu dicecar pertanyaan yang sifatnya menjatuhkan. Eduart disebut terlibat dalam beberapa kasus pembangunan yang ada di UNG.

Bukannya emosi, Eduart Wolok atau EW sapaan akrabnya, malah menampilkan kualitasnya sebagai Calon Rektor yang genius dan objektif dalam melihat masalah dari Pertanyaan Menjatuhkan yang dicecar kepadanya.

Bicara masalah hukum dengan tegas EW mengatakan dirinya sangat komitmen dalam Penegakan Hukum di Institusi, apabila terpilih sebagai Rektor UNG periode 2019-2023.

“Tugas Pimpinan adalah menyelesaikan masalah, kalau ada yang melanggar dan dibuktikan secara real berdasarkan aturan, maka harus ditindaki,” tegas EW.

Bicara soal penindakan hukum, EW dengan nada tegas mengatakan bahwa Benar dan Salah bukan kaca mata subjektif seseorang melainkan menggunakan kaca mata hukum.

“Kalau dikatakan sebagai Calon Rektor, apakah Kita berhenti apabila tersandung masalah hukum? Aturan merujuknya seperti apa? Ketika sudah dinyatakan Bersalah dan memiliki Kekuatan Hukum maka Kita harus mundur, bukan soal mundur atau tidak tapi Hukum mengharuskan Kita Mundur,” tegas EW yang disambut sorak tepuk tangan dari Mahasiswa yang menyaksikan.

5 Kandidat Calon Rektor UNG

Sebagai Calon Rektor yang pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Administrasi Dan Keuangan, EW menceritakan banyak fenomena dan tantangan yang dihadapinya. Namun bagi Dia, tekanan ini adalah hal wajar bagi seseorang yang diberikan amanah. Sehingga ketika Dia menjabat sebagai Wakil Rektor II, Ia selalu mengumpulkan Wakil Dekan II dari seluruh Fakultas, dan Dia ingatkan betapa sulitnya mengemban tugas dan tanggung jawab.

“Teman-teman WD II sering Saya kumpulkan, Saya katakan kalau Bapak/Ibu bekerja inginkan pujian, mundur sekarang, kalau Bapak Ibu tidak tahan cercaan, mundur sekarang,” tegas Ew yang kembali diikuti tepuk tangan dari Dosen dan Mahasiswa yang hadir di Auditorium UNG.

Alasan Dia mengatakan itu adalah, karena menurutnya ciri khas Bidang Keuangan itu kalau bisa melayani, dianggap kewajiban, kalau tidak bisa, dianggap kurang dan tidak ada pujian.

“Khusus Rektor, mau tidak mau, suka tidak suka, akan bersentuhan dengan Keuangan,” tegasnya lagi yang menjelaskan bahwa jadi Pimpinan banyak resiko yang akan dihadapi.

Eduart Wolok optimis dan terus ikhtiar untuk bisa mendapatkan pilihan dari Kemenristek Dikti. (B01)

Editor: Najid Lasale

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini