oleh

Kades Monas Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Desa

LINTAS KRIMINAL (LIGO) – Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Desa yang melibatkan Kepala Desa Monas Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara Drs. Azis Said telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara. Tersangka telah ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan : No.SP Han/48/VII/2019/Reskrim tanggal 5 Juli 2019 oleh Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Gorontalo selama 20 Hari di Rutan Polres Gorontalo sejak Jumat kemarin,  (5/07/2019) sekitar jam 20.00 WITA.

Kanit 3 Tipikor Polres Gorontalo, Bripka Ismail Boudello, SH mengatakan kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Desa ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat.

“Perkara ini Kami proses setelah menerima laporan masyarakat yang dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor : LP/106/III/2019. Reskrim, tanggal 21 Maret 2019 dan Surat Perintah Penyidikan No : SP. Sidik/68/III/2019 Reskrim,” ungkap Ismail saat mendampingi Kasat Reskrim.

Selama menjabat sebagai Kepala Desa Monas, Tersangka mengelola Dana Desa dengan cara mengambil alih dan mengerjakan sendiri Semua Pekerjaan tanpa melibatkan fungsi Aparat Desa lainya yang terkait. Dana Desa tahun 2018 itu seluruhnya diambil dari kas Bendahara Desa, dan mengerjakan setiap Item Pekerjaan Fisik tidak sesuai dengan Juknis dan Mekanisme dalam Pengelolaan Dana Desa, belum lagi Pekerjaan Pembangunan Fisik tidak dikerjakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya dan Gambar. Bahkan terdapat pekerjaan fiktif dan seluruh kegiatan yang dilakukan selama Tahun 2018, Tersangka tidak dapat menunjukan SPJ (Surat Pertanggung Jawaban).

Reskrim Polres Gorontalo, AKP Kukuh Islami, SH menerangkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tersangka Drs. Azis Said disangka melanggar UU Tipikor.

“Atas perbuatannya Tersangka Drs. Azis Said disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) (2) (3)  Undang-Undang 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.” terang AKP Kukuh Islami sesaat setelah penahanan tersangka di Rumah Tahanan Polres Gorontalo.

Berdasarkan Hasil Audit BPKP Perwakilan Gorontalo, dari Anggaran Dana Desa tahun 2018 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 693.273.000, Kerugian Keuangan Negara adalah sebesar Rp. 192.209.229.64 (Seratus Sembilan Puluh Dua Juta Dua Ratus Sembilan Ribu Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Ribu Enam Puluh Empat Sen).

Laporan: Ompi ST
Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini