oleh

Kata Aktivis Soal Sikap Darwis Moridu Yang Berpihak Ke Rakyat

LINTAS KOMUNITAS (LIGO) – Apakah benar sikap Bupati Boalemo Darwis Moridu yang memarah-marahi Dinas Sosial Provinsi Gorontalo yang terlambat membagikan bantuan Sembako pada Korban Banjir beberapa waktu lalu (2 Februari 2019), karena harus menunggu Gubernur, menjatuhkan wibawanya sebagai seorang Pemimpin ?. Tentu Rakyatlah yang memiliki hak untuk menilai.

Namun, melihat sikap Bupati Darwis Moridu yang marah pada Pemda Provinsi Gorontalo karena sayang kepada warganya yang lelah menunggu, bagi sebagian Orang adalah hal yang wajar. Bahkan sebagian kalangan menilai sikap yang ditunjukkan Darwis Moridu adalah sikap Pemimpin yang berpihak kepada Rakyat.

Sikap Darwis yang marah-marah, sama halnya yang pernah ditunjukan Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dan juga sama seperti yang di tunjukan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Ketiga Pemimpin ini telah menunjukkan bahwa, sikap itu perlu dilakukan ketika Rakyat merasa dirugikan.

Pada Pembagian Bantuan Sembako di Boalemo pada 02 Februari 2019 lalu, Apakah Ada Rakyat Yang Merasa Dirugikan ? hampir Sembilan Jam Menunggu, bukanlah waktu yang singkat. Padahal masih banyak hal produktif yang bisa dilakukan oleh warga Boalemo, tetapi terbuang sia-sia karena menunggu Gubernur Gorontalo dahulu, baru menyerahkan secara Simbolik.

Sebagian warga pergi Meninggalkan Lokasi pembagian Sembako dan sebagian lagi Memilih Bertahan karena sayang menyia-nyiakan waktu yang terbuang.

Dima Dama (43) Masyarakat Desa Bajo, Boalemo, yang  melihat Video Viral Darwis Moridu yang memarahi Pemda Provinsi Gorontalo, menilai sikap yang tunjukkan oleh Bupatinya adalah hal yang benar. Bahkan Dirinya mendukung sikap Darwis Moridu yang Berani karena Membela Warga.

“So jadi kebiasaan lo Pemerintah yang bagini-bagini ini, mo bilang Pagi tidak tau nanti so Siang dorang mo mulai Pembagian. Kasihan kan Orang yang so ba sewa Bentor ka Lokasi. Belum lagi, pasti ada Ibu-Ibu yang datang itu belum ba masak pa dorang pe Rumah, cuman mo ba tunggu Pembagian ini. Kinapa nanti tunggu Gubernur ? kalau suka ba bantu langsung serahkan saja. jangan lagi tambah-tambah urusan,” ungkap Dima Dama dengan logat gorontalo, yang geram.

Sementara menurut Novri Aditya Manangsang, mantan Ketua BEM FISIP Unisan yang juga aktivis HmI ini menilai, sikap Darwis Moridu adalah sosok Pemimpin yang Sangat Berani. Sebab tak jarang Pemerintah Daerah Kabupaten berani memarahi Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Melihat Video yang Viral itu, Saya menilai wajar bila Bupati marah. Sebab, Beliau prihatin dengan Warganya. Sudah menjadi Korban Banjir, tapi menerima Bantuan harus melalui proses yang tidak wajar. Seharusnya, pemberian bantuan di serahkan langsung ke Pemda Boalemo dan Pemda Boalemo lah yang menyerahkan kepada Korban Banjir,” ungkap Nofri, Aktivis HmI ini.

Bahkan Novri juga mempertanyakan sikap Pemerintah Provinsi Gorontalo yang memberikan Bantuan.

Apakah Mekanisme Pemberian Bantuan ini harus seperti itu ? Apakah harus menunggu Gubernur ?, Namun ini juga sebagai pelajaran bahwa waktu adalah sesuatu yang berharga,” tanya Novri.

Menanggapi Video Viral Bupati Boalemo terkait Pemberian Bantuan kepada Korban Banjir oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo ini,  aktivis, Ketua PMII Cabang Pohuwato, Mohamad Fahri Tuda juga menilai bahwa tindakan Bupati Boalemo itu adalah Efek dari situasi yang ada, Masyarakat yang antusias menerima Bantuan diperhadapkan dengan situasi menunggu.

“Padahal Bantuan yang akan disalurkan sudah siap untuk disalurkan. Akan tetapi di sisi lain Saya melihat cara Bupati Boalemo menyampaikan ungkapan kekesalannya seharusnya tidak didepan Masyarakat apalagi sampai viral begini,” ungkap Fahri Tuda aktivis PMII.

Dengan Peristiwa yang telah terjadi itu, aktivis PMII ini berharap Pemimpin ini tetap menjalin Tali Silaturahim, dan memikirkan nasib rakyat kedepannya.

“Harapan Saya semoga hubungan antar Kabupaten  Boalemo dan Provinsi tetap terjaga dan Harmonis dan Damai,” harap Fahri Tuda Ketua PMII Pohuwato.

Dikonfirmasi soal Mekanisme SOP Pemberian Bantuan Korban Banjir tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Risjon Sunge hanya membenarkan bantuan tersebut merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang diserahkan melalui Dinas Sosial, tapi tak memberikan jawaban persoalan SOP Pemberian Bantuan Sosial.

“Bantuan dari Dinas Sosial, dan sudah terjadwal akan diserahkan oleh Gubernur ke Bupati, nanti Dinsos Boalemo yang akan membagi ke Masyarakat,” terang Risjon Sunge.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini