oleh

Kata Mereka Tentang Pariwisata Dan Peningkatan Ekonomi Kabupaten Gorontalo

LINTAS KABGOR (LIGO) – Pariwisata dan Keramaian adalah dua hal yang berbeda namun sering ditafsirkan sebagai sesuatu yang sama oleh Masyarakat, bahkan oleh Pemerintah itu sendiri. Hal ini menjadi kerisauan Kepala Dinas Dikbudpora dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Yusran Lapananda, SH., MH.

Bicara Pariwisata, menurutnya yang perlu dibenahi terlebih dahulu adalah pola berpikir untuk membedakan apa yang dimaksud dengan Pariwisata dan apa yang dimaksud dengan Keramaian.

“Antara Pariwisata dan Keramaian itu berbeda. Saya lihat kegiatan Kepariwisataan Daerah itu hanya menuju pada Keramaian. Bicara Pariwisata atau Destinasi Wisata adalah orang berkunjung ke suatu Daerah untuk beberapa hari. Berbeda dengan Keramaian, orang cukup datang lihat dan pulang,” ujar Yusran Lapananda, SH., MH. Kepada Lintas Gorontalo, Jum’at (15/02), diruang kerjanya.

Lebih lanjut Dirinya menjelaskan, konsep Pariwisata seharusnya memberikan kontribusi terhadap Negara atau Daerah melalui Pajak yang dapat menambah PAD. Bukan hanya itu, Pariwisata juga seharusnya memberikan efek ekonomi bagi Masyarakat itu sendiri.

Kepala Dinas Dikbudpora Dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Yusran Lapananda, SH., MH.

Sementara untuk Kabupaten Gorontalo, Yusran Lapananda yang baru dilantik menjadi Kepala Dinas Dikbudpora dan Pariwisata 22 Januari 2019 lalu ini, telah memikirkan Konsep Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Gorontalo.

“Konsep yang coba Saya bangun kedepan di Kabupaten Gorontalo adalah konsep Kepariwisataan bukan konsep Keramaian. Untuk pengembangan Pariwisata Kita kan sudah ada, Pentadio Resort salah satunya. Kemudian ada juga Lighting Pakaya Tower dan masih banyak Destinasi Wisata lainnya yang perlu dikembangkan,” kata Yusran.

Meskipun potensi Pariwisata di Kabupaten Gorontalo sangat besar, namun Dirinya menyadari bahwa Efek Pariwisata Kabupaten Gorontalo justru bukan dinikmati oleh Kabupaten Gorontalo. Dirinya menyebut hal ini sebagai “Dilema Pariwisata Perbatasan”.

“Dilema Pariwisata Perbatasan itu adalah, Kita Kabupaten Gorontalo adalah Daerah Pariwisata Perbatasan, berbeda dengan Pohuwato berbeda dengan Boalemo. Kita berbatasan dengan Kota Gorontalo. Kenapa demikian, karena kebanyakan yang datang berkunjung ke Kabupaten Gorontalo menikmati Destinasi Kita itu, lebih banyak tinggal di Hotel Kota Gorontalo, dia makan di Kota. Jadi Efek Pariwisata Kita lebih banyak dinikmati oleh Kota Gorontalo,” jelasnya.

Sehingga Dirinya memikirkan perlu dibangun Infrastruktur Hotel dan hal lainnya yang dapat menunjang Pariwisata Kabupaten Gorontalo yang nantinya juga menambah Efek Ekonomi bagi Masyarakat itu sendiri.

Pentadio Resort. (foto: ig @zulkarnaindjakaria)

Sementara menurut Akademisi Universitas Gorontalo, Barmin Yusuf S.E., M.Si. yang merupakan Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan ini menilai bahwa Pembangunan Infrastruktur termasuk Hotel di Kabupaten Gorontalo dapat menunjang Ekonomi Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

“Dampak ketika dibangunnya Infrastruktur, Taman Budaya Limboto, Tempat Wisata dan sebagainya maka Orang akan berbondong-bondong datang yang nantinya terjadi adalah peningkatan Pendapatan Penduduk sekitar,”  terang Barmin Yusuf.

Barmin menilai, untuk meningkatkan Ekonomi hal yang perlu di dorong terlebih dahulu adalah Infrastruktur Daerah.

“Sebenarnya yang paling bagus dibangun terlebih dahulu adalah masalah Infrastruktur. Karena Infrastruktur ini nantinya akan memberikan dampak besar bagi Daerah,” jelasnya.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

1 comment

  1. Selain penyediaan infrastruktur seperti hotel di daerah, alternatif lain peningkatan PAD dari sektor ini juga bisa didukung dengan hal-hal kecil, antaranya menyediakan souvenir menarik (dijual) pada masing-masing obyek wisata. Namun ini butuh keseriusan dari Pemerintah demi membangkitkan kreatifitas masyarakat sekaligus meyakinkan mereka bahwa menjadi bagian dari pelaku wisata merupakan suatu hsl yang juga bisa menjanjikan.
    Dilain pihak pembagunan infrastruktur hotel baiknya berbanding lurus dengan jumlah wisatawan nusantara ataupun mancanegara.

Baca Juga Ini