oleh

Kata Prof. YK Soal Penundaan Pemilihan Rektor UNG

LINTAS KAMPUS (LIGO) – Pemilihan Rektor Universitas Negeri Gorontalo di tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hal ini dilakukan Senat UNG dan Panitia Pemilihan Rektor 2018-2022 sesuai dengan surat yang dilayangkan Kemenritekdikti pada 16 Oktober 2018 lalu.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Amir Archam saat ditemui diruangannya, menjelaskan bahwa Pemilihan Rektor memiliki range waktu normal lima bulan, dan Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Rektor di UNG terlambat dalam Pelaksanaan Pemilihan. Dan selanjutnya Panitia berusaha mempercepat waktu Pemilihan dalam satu setengah bulan untuk menyesuaikan Jadwal Pemilihan yang sudah di jadwalkan Kementerian selesai pada 14 Oktober 2018 lalu, Senin (12/18).

“persepsi yang kita bangun itu untuk mempercepat, ternyata di Kementerian tetap konsisten dengan waktu yang mereka jadikan acuan tetap lima bulan. Kenapa? Karena, ada beberapa hal teknis yang perlu di klarifikasi sehingga terjadi penundaan. Masalahnya penundaan dilakukan itu hingga melewati batas waktu Masa Jabatan Rektor” kata Amir.

Dengan keterlambatan Pemilihan Rektor di UNG Kementerian membuat kebijakan untuk memperpanjang Masa Jabatan Rektor 6 (enam) bulan sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen).

Lanjut Archam penundaan Pemilihan Rektor ini akan berdampak pada Kepengurusan Rektor yang baru, dan yang dikhawatirkan bisa menjadi polemik di kemudian hari, karena dengan penundaan ini dampaknya akan sampai kejabatan paling bawah yakni di Jurusan dan Program Studi di UNG.

“Nah, kalau ini tidak ada kepastian maka imbasnya akan ke situ. Apakah perpanjangannya kepada mereka juga atau menjadi Plt. Nah, itu kewenangannya berbeda apakah antara di perpanjang Masa Jabatanya atau di Plt-kan. Nah itu akan menimbulkan masalah nantinya” jelas Archam saat ditemui lintasgorontalo.com di ruangannya.

Selanjutnya jika Perpanjangan Masa Jabatan Rektor menurut Archam itu menjadi tidak masalah dalam menangani Penundaan Pemilihan Rektor lain halnya, jika di Plt-kan hal ini akan mengakibatkan kesulitan dalam mengambil Kebijakan Strategis dan dampaknya akan berimbas kepada calon wisudawan/wisudawati dalam menandatangani ijazah.

Dan dalam masalah Pemilihan Rektor yang tertunda Panitia Pelaksana Pemilihan saat ini masih menunggu Keputusan Kementerian yang selanjutnya. Dan hal ini sudah di komunikasikan dengan Kementerian sebelumnya, oleh Panitia yang diwakili Archam sendiri dan selanjutnya dilakukan oleh Wakil Rektor (WR) II bersama Kepala Biro Komunikasi, dan jawabannya mengenai persoalan ini pihak UNG untuk tetap menunggu.

“dua kali saya sendiri Panitia konsultasi menanyakan ke biro SDM (Sumber Daya Manusia). Ya, jawabannya satu, minta di tunggu. Saya tanya, sampai kapan? Itu belum ada jawaban.” ujar Archam.

Prof. Yulianto Kadji, Guru Besar UNG yang juga salah satu Calon Rektor UNG saat ditemui di acara Dialog salah sastu cafe di Kota Gorontalo. Senin malam (12/11)

Ditemui terpisah, Yulianto Kadji selaku Anggota Senat dan juga Bakal Calon Rektor UNG  menjelaskan bahwa, UNG merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang dibina langsung oleh Kemenristekdikti. Termasuk juga Tahapan Penjaringan sampai proses Pelantikan Rektor UNG, Kementerian memiliki Hak Pilih 35%, dan apapun Kebijakan Kementerian terhadap proses Pemilihan Rektor tersebut harus dipatuhi oleh Pihak Universitas.

“Siapapun yang ada di UNG, Pimpinan, Anggota Senat, ada Panitia. Walaupun kita sudah menjadwalkan tapi kita harus menyesuaikan kepentingan pihak Kementerian. Kita menunggu apa Perintah Menteri. Soal penundaan itu soal biasa dan kurang lebih ada 11 Perguruan Tinggi Negeri yang sedang di-pending, bukan karena apa! Mungkin banyak jadwal Pilrek di beberapa Perguruan Tinggi Negeri, kemudian ada kewajiban yang mewakili Menteri harus datang dan menyaksikan  itu, dan ada Kepentingan-Kepentingan lain yang diluar dari kepentingan politik” jelas Yulianto menduga kesibukan Kementerian.

Lanjutnya, juga bahwa Tahapan Waktu Pemilihan Rektor UNG sudah jelas sesuai Prosedur, dan seharusnya bulan Desember mendatang sudah ada Calon Rektor yang terpilih. Dan dalam Proses Pengajuan Penyaringan Panitia terpaksa harus berhenti dengan Kebijakan yang dilakukan oleh Kementerian.

“ini tidak ada kesengajaan dari Pak Rektor, dari Civitas Akademik, dari Senat untuk menunda ini, tidak ada sama sekali. Makanya kita Calon enjoy-enjoy saja menunggu Keputusan Pak Menteri. Tidak ada kesengajaan Pak Rektor bahwa beliau ingin memperpanjang masa jabatan. Kita tepis itu.” tegas Guru Besar yang akrab disapa Prof YK.

“saya juga berharap kepada Pihak Menteri. Kita di daerah ini jangan digantung begitu, mestinya Pak Menteri juga terbukalah. ini Zaman Transparansi, apasih yang bermasalah di kita. Ketika dalam Tahapan Penjaringan tidak ada masalah, kita sahkan 6 Bakal Calon. Kecuali itu biasanya diawal ada bermaaalah” harap Prof  YK.

Yulianto Kadji juga menegaskan Kementerian jangan menunda Proses Pemilihan Rektor UNG tanpa alasan yang jelas.

“seharusnya Pihak Menteri janganlah menunda-nunda. Kalau ada Persoalan tolong selesaikan. Kalau memang ada masalah tolong datang di UNG sampaikan ke kita. Kan begitu lebih bagus, jangan kita juga tidak disuruh kesana, mestinya mereka yang dari sana turunlah ke bawah.” tutup Yulianto.

Laporan: Sri Devy Gue
Editor: Bayu Supratna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini