oleh

Kepiawaian Partai Golkar Teruji Saat Pemilihan AKD

LINTAS GORUT (LIGO) – Pemilihan Pimpinan dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Gorontalo Utara yang digelar kemarin, Senin (30/9) bertempat di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Gorut yang diambil Sumpah dan Janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Limboto itu memilih dan menetapkan Pimpinan Dewan yang terdiri dari :

Ketua                  : Jafar Ismail (F-PDI)

Wakil Ketua I   : Roni Imran (F-Nasdem)

Wakil Ketua II : Hamzah S. Djibran (F-PG)

Disamping itu, Sidang yang dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Kabupaten Gorontalo Utara itu, juga menetapkan Alat Kelengkapan Dewan masing-masing diantaranya:

Ketua Komisi I         : Rina Polapa (F-PG)

Ketua Komisi II        : Deddy Dunggio (F-Nasdem)

Ketua Komisi III      : Ariyati Polapa (F-PDIP)

Ketua BKD                : Sian Woloks (F-PDIP)

Ketua Bapemperda : Ridwan Arbi (F-Para Bintang)

Yang menarik dari Pemilihan Dan Penetapan AKD ini adalah dengan terpilihnya Rina Polapa dari Fraksi Partai Golkar (FPG) sebagai Ketua Komisi I.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya didalam Keanggotaan DPRD Gorontalo terbentuk sebuah Faksi yang terdiri dari 17 Aleg masing-masing dari Fraksi PDIP, Nasdem dan Para Bintang. Faksi ini adalah sebuah Koalisi yang dibentuk dalam rangka untuk mengakomodir kepentingan Parpol yang tergabung dalam Faksi tersebut.

Diluar dugaan akhirnya Fraksi Partai Golkar bisa mendapatkan posisi Ketua Komisi I padahal FPG tidak tergabung dalam Koalisi 17 itu.

Roni Imran, Wakil Ketua I DPRD dari F-Nasdem ketika ditanyakan pendapatnya tentang hal ini membenarkan keberadaan Koalisi 17 tersebut, namun dalam proses Pemilihan AKD, Koalisi (17 Aleg) ini tetap mengedepankan Azas Demokrasi.

“Jadi, dalam Pemilihan AKD, Kami tetap mengutamakan Azas Demokrasi yang semata-mata mengedepankan Kepentingan Rakyat diatas Kepentingan Parpol. Dalam proses ini Kami sudah tidak melihat lagi Koalisi saat Pilkada 2018. Namun Kami bertujuan bahwa DPRD secara Lembaga akan mengawal Pelaksanaan Program Pemerintah Daerah yang tertuang dalam Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati,” kata HR sapaan akrab Ketua DPD Partai Nasdem Gorontalo Utara ini.

(kiri ke kanan) Ketua Komisi I, Rina Polapa (FPG). Ketua Komisi II, Dedy Dunggio (FNasdem). Ketua Komisi III, Ariyati Polapa (F-PDIP).

Lebih lanjut Wakil Ketua I, Roni Imran mengakui bahwa selain yang dikatakannya diatas, hal ini juga tercipta karena adanya komunikasi yang intens dilakukan oleh FPG dengan pihak Koalisi17.

“Komunikasi yang Intens oleh para Aleg dari FPG juga merupakan satu Indikator sehingga Komisi I itu jatuh ke tangan FPG. Kalau dalam hal Lobi dan Komunikasi, bukan rahasia lagi Partai Golkar diakui sangat piawai dalam melakukannya. Mulai dari Pimpinan Partai hingga para Aleg dari PG selama 2 minggu terakhir ini secara intens membangun komunikasi dengan pihak Koalisi 17,” ungkap mantan Calon Bupati 2018 itu.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua II DPRD Gorut, Hamzah Sidik, ketika ditemui awak media mengatakan pihaknya (Fraksi Partai Golkar) merasa puas dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Aleg yang memberi kepercayaan kepada salah satu Anggota FPG mengemban tugas sebagai Ketua Komisi I, dan berharap agar amanah (Ketua Komisi I) ini dapat dilaksanakan dengan baik.

“Proses pemilihannya dilaksanakan secara Demokratis, Kami mohon dukungan masyarakat Gorut agar dapat mengemban Amanah ini dengan baik. Semua ini terjadi karena kesamaan pemahaman Kami dengan Koalisi 17. Bahwa secara Lembaga DPRD bukanlah wadah untuk memenuhi kepentingan Parpol, tapi mengutamakan Kepentingan Rakyat diatas segalanya,ucap HS sapaan akrab mantan Anggota Deprov ini.

Tentunya masyarakat Gorut akan mengapresiasi dan memuji apa yang dilakukan oleh para Politisi “Penghuni” Gedung Parlemen Gorut ini, dan dapat menjadi teladan bagi Lembaga lainnya, bahwa Kepentingan Masyarakat lebih diutamakan diatas kepentingan pribadi, golongan dan kelompok. (***F01).

Editor : Arsad Tuna

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini