oleh

Komisi C Dewan Kota Tinjau Lokasi Proyek Yang Dikeluhkan Warga

LINTAS KOTA (LIGO) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, tinjau Proyek di dua titik Kota Gorontalo. Tepatnya di Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi dan Kelurahan Leato Utara,  Kecamatan Kota Timur, Jum’at (18/01).

Kunjungan Komisi C DPRD Kota Gorontalo di Kelurahan Libuo terkait dengan laporan masyarakat mengenai  akses jalan Anak-Anak menuju Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kelurahan itu. Dari hasil pengecekan laporan Masyarakat itu, Komisi C menginstruksikan agar Jalur Drainase itu dibuatkan Jalan sebagai fasilitas akses menuju TPQ.

“Laporan Masyarakat banyak Anak-Anak yang melakukan Pengajian di tempat ini, sehingga akses Mereka tertutup untuk datang ke tempat Pengajian. Sehingga Masyarakat meminta untuk bagaimana menangani Saluran ini untuk dijadikan Jalan sebagai akses Mereka ke tempat Pengajian,” ungkap Arfandi Ali Anggota Komisi C kepada lintasgorontalo.com

Selang dari pengecekan Drainase yang akan dijadikan akses Jalan. Komisi C DPRD Kota Gorontalo melanjutkan Peninjauan ke Kelurahan Leato Utara untuk melihat Proyek Pembuatan Jalan Rabat yang mendapatkan Contract Change Order (CCO) yang berakhir pada 24 Desember tahun lalu.

“Jadi kunjungan Komisi C hari ini mengecek Pekerjaan-Pekerjaan yang kemarin sempat mendapatkan CCO, Penambahan Waktu. Yang sudah habis masa kontraknya tanggal 24 Desember kemudian ada Penambahan Waktu. Kami cek apakah Pekerjaan dari Penambahan Waktu sudah selesai atau tidak,” kata Hais Nusi selaku Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo.

Hais menjelaskan bahwa menurut Pengawasan Lapangan Proyek Pembuatan Jalan Rabat sudah 100%. Dari Pekerjaan tersebut Pengawas dan juga Kontraktor belum melakukan Provisional Hand Over (PHO).

Komisi C Tinjau Pekerjaan Jalan Rabat Beton di Kelurahan Leato Utara

Lanjutnya pekerjaan yang terlihat putus-putus ini merupakan sikap keberatan dari Masyarakat pemilik tanah. Dan untuk memenuhi sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Kontraktor mengambil tempat yang berbeda. Dengan demikian Proyek Jalan Setapak di Kelurahan Leato terlihat terputus-putus.

“Pekerjaan jalan setapak ini terlihat terputus-putus. Tapi kalau untuk pemanfaatan untuk Masyrakat, Kami rasa sudah cukup memadai. Hanya saja ada beberapa Pekerjaan Rabat Beton yang perlu dikoreksi lagi” lanjut Hais Nusi.

Ia juga meminta Pengawas Pekerjaan dan Kontraktor untuk datang ke Kantor DPRD Kota Gorontalo dalam membicaraan Proyek Jalan Rabat Beton itu, untuk mencari solusi terhadap Pekerjaan Jalan Rabat yang beberapa konstruksi Jalan terlihat sudah rusak sebelum digunakan.

“Kontraktor juga ini kan perlu kita hidupkan (perlu di kritik). Jadi klo ada Pekerjaan yang tidak benar ya Kita koreksi, supaya Mereka bisa bekerja yang benar. Kemudian ada hal-hal yang menurut keluhan Mereka bisa merugi (merugikan kontraktor) Mereka. Ya, kita carikan jalan keluar untuk Mereka agar bagaimana Mereka tidak merugi,” tutup Hais.

Laporan: Elias
Editor: Alan Pakaya

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini