oleh

Komnas HAM Dalami 50 Video Kerusuhan 21-23 Mei

LINTAS NASIONAL (LIGO) – Adanya Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat pada Kerusuhan 21-23 Mei 2019 di Jakarta, membuat Komnas HAM membentuk Tim untuk menyelidiki kasus yang menyebabkan sejumlah korban yang tewas dalam kerusuhan tersebut.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menegaskan bahwa Tim yang dibentuk tersebut merupakan Tim Independen tanpa melibatkan instansi lain.

“Setelah kerusuhan terjadi Tim kami sudah terjun ke lapangan untuk menyelidiki seputar kejadian itu,” ucap Anam saat menerima Perwakilan dari 20 orang Perwakilan Gerakan Kedaulatan Rakyat dan Kemanusiaan di kantornya di Jakarta, 28 Juni silam.

Anam menuturkan Tim Investigasi Komnas HAM telah mengunjungi beberapa rumah keluarga korban yang tewas dalam Kerusuhan, termasuk Harun. Dirinya juga menyebut saat ini Timnya telah memperoleh sedikitinya  50 Rekaman Video terkait Kerusuhan 21-23 Mei lalu.

“Saat ini Tim dalam tahap memverifikasi sekaligus mendalami Video-Video tersebut,” kata Anam dengan lugas mengatakan proses tersebut akan memakan waktu panjang.

“Tim Investigasi Komnas HAM diberi mandat Tiga Bulan untuk menyelesaikan penyelidikannya,” timpalnya.

Menurut Anam, Peristiwa 1998 dan Kerusuhan 21-23 Mei itu berbeda dalam Penanganan Hukum. Jika tahun 1998 Narasi Kebenarannya bisa Tunggal karena Orang Tidak Tahu. Tapi saat ini Narasi Kebenaran bisa Banyak karena semua pegang Handphone dan bisa membuat video masing-masing.

“Makanya Kami dapat banyak Video, 50 lebih,” tukasnya.

Laporan: Yayasirab/voa/em
Editor: Najid

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini