oleh

Komnas HAM Selidiki “Aktor” Dibalik Kerusuhan 21-23 Mei

LINTAS HUKUM (LIGO) – Sejumlah aktor yang terlibat pada Kerusuhan 21-23 Mei telah ditangkap oleh pihak Penegak Hukum. Namun tidak cukup sampai disitu, dalang kerusuhan yang menyebabkan Korban Tewas tersebut juga harus berani diungkap oleh Komnas HAM.

Sebanyak 20 Orang Perwakilan Gerakan Kedaulatan Rakyat dan Kemanusiaan yang menemui Komnas HAM Jum’at (28/06) kemarin, mendesak Komnas HAM berani mengungkapkan siapa sebenarnya Dalang Kerusuhan 21-23 Mei. Mereka juga menuntut supaya Komnas HAM bekerja dengan cepat.

Sementara Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Investigasi yang pada 22 Mei telah turun langsung ke Rumah-Rumah Sakit untuk mencari Identitas Korban dan mengorek informasi seputar Kerusuhan.

Dalam penyelidikannya, Tim Komnas HAM tidak hanya sendiri, mereka dibantu oleh mantan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Soal Palestina, Makarim Wibisono dan mantan Pelapor Khusus PBB Urusan Rohingya, Marzuki Darusman. Anam menegaskan bahwa Timnya adalah Tim Independen yang dibentuk tidak melibatkan instansi lain.

“Komnas HAM akan menyelidiki siapa Pengguna Peluru Tajam itu,” tegas Anam sembari berkata Komnas HAM adalah pihak yang pertama kali menyatakan ada penggunaan Peluru Tajam dalam Kerusuhan 21-23 Mei lalu tersebut.

Dalam Kerusuhan tersebut sebanyak 10 Orang Tewas, 9 diantaranya merupakan warga Jakarta sementara 1 Korban Tewas berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.

“Dari ke Sepuluh Korban itu, ditemukan Proyektil Peluru Tajam di Jasad dua Korban,” ucap Anam.

Sebagai Lembaga yang menjamin terpenuhinya Hak Setiap Warga, Komnas HAM selain memusatkan perhatian pada Kematian, Penyelidikan juga fokus pada Kekerasan yang dilakukan oleh Aparat Keamanan. Komnas HAM juga  menemukan adanya tekanan terhadap Keluarga Korban agar tidak melapor atau membongkar penyebab Kerabat mereka Luka atau Meninggal.

Selain Korban Tewas pada Pertemuan itu Anam menyampaikan, Komnas HAM  menemukan ratusan Orang ditahan. Meskipun kini sudah mulai dibebaskan.

“Dari 70 Orang yang dilaporkan hilang, 40 di antaranya sudah diketahui keberadaannya,” tandasnya.

Laporan: Yayasirab/voa/em
Editor: Najid

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini