oleh

Kota Gorontalo Capai IPM 76,4 % Kurang Dari Empat Tahun

KOTA GORONTALO (LIGO) – Kepemimpinan H. Marten Taha dalam Pemerintahannya terus berupaya melakukan pembangunan di berbagai bidang, termasuk bidang Pendidikan. Dan telah berkomitmen untuk menjadikan sektor Pendidikan sebagai upaya peningkatkan Sumber Daya Manusia. Hal ini disampaikannya, dalam membuka Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Berkarakter Menuju Generasi Emas 2045, Sabtu (09/12).

Kegiatan yang dilaksanakan di Grand Sumber Ria Kota Gorontalo, dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Teknologi Komunikasi, dan Staf khusus Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Seminar Nasional tersebut juga dirangkaikan dengan Peresmian Integritas Cyber School-DAPODIK- Rumah Belajar, serta penyerahan Kartu Indonesia Pintar.

“tiga tahun terakhir, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Gorontalo menunjukan peningkatan yang luar biasa. IPM Kota Gorontalo saat ini 76,4 % dari 69,2 %. Hanya dalam tempo kurang dari empat tahun bisa meningkatkan IPM Kota Gorontalo,” terang H.Marten Taha

Hal ini diakuinya sebagai upaya Pemerintah Kota Gorontalo dalam kepemimpinannya yang telah berkomitmen untuk mewujudkan peningkatan Pendidikan di Kota Gorontalo. Agar semua anak-anak yang tidak mampu sekolah karena masalah ekonomi, bisa sekolah dengan kebijakan pendidikan gratis. Bukan hanya itu, Walikota berkaca mata ini juga menyampaikan saat ini dirinya sedang memperbaiki manajemen pendidikan melalui pendidikan yang berbasis IT.

“Pemerintah Kota Gorontalo menyediakan Dana Operasional Sekolah (DOS), untuk memberikan tambahan bagi satuan-satuan pendidikan dalam melakukan proses pendidikan yang memang tidak mampu didanai dengan jenis-jenis pendanaan lainnya,” terang Marten Taha. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Gorontalo dirinya mengakui saat ini Kota Gorontalo masih memiliki kekurangan Tenaga Pendidik.

Slamet, Siswa SMK 3 Gorontalo Penerima KIP

Dalam Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter, Pemerintah Kota yang didampingi staf khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar kepada para siswa. Slamet, siswa kelas tiga SMK 3 Negeri Kota Gorontalo penerima Kartu Indonesia Pintar mengaku senang, karena Pemerintah telah membantu meringankan pendidikannya melalui beasiswa.

“Untuk Pemerintah Republik Indonesia, Untuk pak Marten Taha juga, saya mengucapkan terima kasih atas beasiswa dan Kartu Indonesia Pintar, sehingga dapat meringankan beban orang tua,” ungkap Slamet.

Ia juga menuturkan saat ini dirinya hanya tinggal bersama ibunya, sejak ayah tercintanya meninggal dunia. Dengan bantuan beasiswa melalui KIP dan Beasiswa Daerah Kota Gorontalo dapat meringankan bebannya dalam menyediakan segala keperluan pendidikan.

Laporan: Lasale Najid

Editor: Arlan

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini