oleh

Kritikus Sastra H.B Jassin Dan Kampung Halaman Gorontalo

LINTAS TOKOH (LIGO) Nama Besar H.B Jassin bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi, Sang Kritikus Sastra ini telah banyak menorehkan Karya-Karyanya di Bidang Sastra, termasuk dirinyalah orang yang pertama kali menemukan Chairil Anwar. H.B Jassin-lah yang pertama kali mengetahui bakat dan kemampuan luar biasa yang di miliki Chairil Anwar.

Meskipun banyak yang mengenalnya sebagai Tokoh Sastra Indonesia yang juga telah mendirikan Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, nama Hans Bague Jassin atau H.B Jassin justru tidak begitu dikenal di kampung halamannya Gorontalo. Bahkan sebagain besar masyarakat mengenalnya hanya sebagai Nama Jalan. Padahal Gorontalo menjadi saksi lahirnya 102 Tahun lalu Tokoh Sastra Indonesia yang Karya-Karyanya banyak dijadikan referensi oleh dunia.

Lahir di Gorontalo 13 Juli 1917, H.B Jassin adalah sosok yang dikenal sebagai Anak yang penurut bagi Keluarganya. Siapa sangka, Sosok penurut yang dilahirkan dari pasangan Bague Mantu Jassin, dan ibunya bernama Habiba Djau ini tumbuh menjadi orang yang sangat berpengaruh di bidang Sastra.

Dikenal sebagai Kritikus Sastra, H.B Jassin sebelumnya sempat tertarik untuk menulis Puisi dan Cerita Pendek (Cerpen). Baru pada pertengahan 1940-an, dirinya sudah tidak berminat lagi menulis Puisi dan Cerpen dan beralih menjadi Kritikus Sastra yang bersifat Edukatif dan Apresiatif.

Perlu banyak waktu untuk menulis Karya-Karya dan capaian besar yang telah ditorehkan H.B Jassin di bidang Sastra. Dengan Karyanya inilah banyak membuat Orang takjub kepadanya, salah satunya adalah Basri Amin. Dosen di Universitas Negeri Gorontalo ini begitu mengagumi H.B Jassin, sehingga dirinya memutuskan untuk meneliti sebagian kecil hidup H.B Jassin dan kampung halamannya Gorontalo.

Rasa penasarannya terhadap H.B Jassin itu membuat Basri Amin terdorong memecahkan sebagian kecil hidup H.B Jassin di Gorontalo. Penelitiannya itupun kemudian Ia tuangkan dalam sebuah Buku. Namun belum banyak diketahui apa yang diceritakan Basri Amin di dalam bukunya tentang H.B Jassin itu, sebab Basri Amin baru me-Launching Bukunya, Rabu (31/07) di Bele Li Mbui.

Lukisan H.B Jassin, Karya Mohammad Rivai Katili yang dipamerkan dalam Pameran dan Lokakarya H.B. Jassin dan Kampung Halaman, Rabu (31/07)

Sayangnya, Buku Basri Amin tidak diperjualbelikan, dan malah hanya menjadi Referensi di Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Dalam hal ini, Basri Amin seharusnya memikirkan lagi agar memperbanyak Buku yang menceritakan H.B Jassin di Gorontalo. Sebab kalau tidak, sekelumit peristiwa yang dialami H.B Jassin di Gorontalo tidak akan banyak diketahui.

Disamping itu, Basri Amin saat me-Launcing Buku-nya yang dirangkaikan dengan Obrolan Seputar H.B Jassin di Gorontalo itu meyakinkan bahwa, masih banyak cerita H.B Jassin yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia. Khusus Masyarakat Gorontalo yang tidak begitu mengenal H.B Jassin, Basri menyampaikan bahwa H.B Jassin adalah Tokoh Sastra Indonesia yang sangat melekat dengan ke-Gorontalo-an.

“ Seperti Soekarno dan Blitar, Gorontalo Punya H.B Jassin dan Tokoh-Tokoh lainnya,” kata Basri dalam Obrolan itu.

Meskipun tidak mungkin menghidupkan kembali H.B Jassin, Basri mengharapkan Anak-Anak Gorontalo kedepan bisa tumbuh lebih hebat dari H.B Jassin, kuncinya kata Basri adalah dengan Membaca.

“Sebab membaca adalah Jendela Dunia,” ungkap Basri Amin.

Dalam Obrolan yang menghadirkan Narasumber Nasional yang salah satunya adalah Mahasiswa H.B Jassin, Suno Wasono, dan juga dihadiri Bunda Baca Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Gubernur DR. Drs. H. Idris Rahim, MM, para Narasumber banyak menyampaikan Karya Besar H.B Jassin. Bagi mereka tidak perlu membangun Monumental H.B Jassin, sebab nama H.B Jassin sudah besar dan akan selalu dikenal. Hanya saja lewat Obrolan itu Basri Amin menginginkan agar masyarakat Gorontalo dan Pemerintah menyadari, bahwa Gorontalo memiliki H.B Jassin yang namanya telah dikenal dunia.

Buku-Buku Karya Kesusastraan, H.B Jassin Yang Dipamerkan Dalam Pameran Lokakarya

Sementara Suno Wasono sebagai Narasumber yang mengenal jelas H.B Jassin karena pernah menjadi Mahasiswanya, Menurut Suno sosok H.B Jassin adalah orang penyabar dan tidak pernah marah. Suno menceritakan, H.B Jassin pernah difitnah oleh orang lain yang namanya ia tidak ingin sebut. Fitnah tersebut disampaikan lewat Media Cetak. Namun H.B Jassin tidak menanggapi hal tersebut.

Disisi lain, bagi Basri tidak mudah menemukan orang seperti H.B Jassin, orang yang dikenal tidak banyak bicara, namun lewat Tulisannya mampu menyampaikan Kritikan-Kritikan yang  mengapresiasi para Sastrawan kala itu.

“Jadilah hebat, bahkan melebih kehebatan H.B Jassin. Dia adalah sosok yang tidak banyak bicara,” kata Basri.

H.B Jassin adalah sosok yang MENULISKAN apa yang DIA KERJAKAN, dan MENGERJAKAN apa yang DIA TULIS,” tukas Basri. (B01)

Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini