oleh

Lagi, Komisi C Dekot Temukan Proyek Saluran Air Yang Cepat Rusak

LINTAS KOTA (LIGO) – Beberapa minggu lalu setelah lakukan Pengawasan Pembangunan Saluran Air di Jalan 23 Januari, Kelurahan Ipilo, Komisi C DPRD Kota Gorontalo geram, karena mendapati Pembangunan tersebut yang dianggap tidak sesuai Perencanaan.

Hari ini, Rabu (12/12) Komisi C DPRD Kota Gorontalo kembali dibuat geram dengan Pengerjaan Infrasturktur Saluran Air yang ada di Jalan Palma, Kelurahan Huangobotu. Pasalnya saat lakukan Kunjungan ke Lokasi tersebut, Hais Nusi, Onis Jafar, Sahlan Tapulu dan Syamsuddin Usman mendapati Infrastruktur Saluran Air yang di bangun, mudah hancur.

Mendapati hal itu, sontak Ketua Komisi C Hais Nusi langsung ‘menyemprot’ Petugas Pengawas PU yang dinilai tidak melakukan Pengawasan dengan baik terhadap Proyek itu.

“Ini Pengawas Dinas PU ada melakukan Pengawasan atau tidak..?, Ini lihat Salurannya hanya saya injak sudah hancur…! ini Campuran antara Semen dan Pasir apa hanya 1 banding 1..? satu sak semen dicampur satu mobil pasir…!,” tegas Hais yang geram.

Kepada Dinas PU dan ‘Pemegang’ Proyek/Kontraktir, Hais memerintahkan untuk lakukan pembongkaran Saluran Air itu, sebab di nilai merugikan Masyarakat, padahal Proyek tersebut memakan biaya yang tidak sedikit, yakni 149 Juta 16 Ribu Rupiah.

Proyek Pembangunan Saluran Air di Jalan Palma yang Dinilai tidak sesuai Perencanaan karena Mudah Hancur

Sementara itu Sahlan Tapulu menambahkan, Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Gorontalo diperkirakan banyak yang tidak akan selesai tepat waktu.

“Beberapa pekerjaan memang harus di pacu, sebab melihat waktu sekarang dan presentase hasil pengerjaan itu agak mengkhwatirkan,” ujar Sahlan.

Dirinya juga memperingatkan Dinas PU untuk mendorong Kontraktor Proyek, agar memacu Pengerjaan Infrastrukur sampai pada batas waktu yang ditentukan. Bukan hanya itu, Sahlan juga menyinggung Konstruksi Infrastruktur yang telah dibangun, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Soal kontruksinya, seperti pada Kontruksi Saluran Air itu kita akan panggil Pengawas Dinas PU dan Kontraktornya, dan Kami akan menanyakan apakah pembangunannya sudah sesuai Perencanaan atau tidak,” terang Sahlan.

Dan bila tidak sesuai Perencanaan, Komisi C dengan tegas akan memerintahkan Pembongkaran dan membangun kembali sesuai yang telah direncanakan.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini