oleh

Lestarikan Adat Dan Budaya Gorontalo, Dewan Kota Anggarkan Lembaga Dewan Adat

LINTAS DEKOT (LIGO) – Sebagai daerah yang memegang teguh falsafah daerah “Adat Bersendi Sara, Sara Bersendi Kitabullah” peran Lembaga Adat untuk menjaga Adat dan Budaya Gorontalo sangatlah besar. Hal inilah yang mendorong Dewan Kota Gorontalo menganggarkan 500 Juta Rupiah untuk Lembaga Adat dalam menjalankan tugasnya dan melaksanakan berbagai kegiatan Adat pada  Tahun 2019 nanti.

Hal ini dikemukakan Ketua DPRD Kota Gorontalo Fedriyanto Koniyo usai melaksanakan Rapat Badan Anggaran (Banggar). Senin (26/11), DPRD Kota Gorontalo.

“Total Anggaran yang dianggarkan oleh Badan Anggaran untuk seluruh kegiatan Adat Tahun 2019 nanti itu hanya 500 Juta Rupiah,” ungkap Ketua DPRD.

Anggaran untuk kegiatan Adat dan Kebudayaan ini sendiri kata Ketua DPRD, merupakan urusan wajib yang perlu dilestarikan. Sehingganya Badan Anggaran menerima usulan untuk menganggarkan urusan Adat dan Budaya.

“hanya saja teknisnya kalau ini dalam bentuk Hibah, tidak bisa berulang-ulang dianggarkan tiap tahun. Sehingga dia harus menempel pada kegiatan SKPD baik Kesra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Olahraga dan Dinas Pariwisata yang berhubungan dengan kegiatan tertentu yang bersinggungan langsung dengan kegiatan Kebudayaan dan Keagamaan,” terang Ketua DPRD.

Dalam Rapat Banggar tersebut, Lembaga Adat Kota Gorontalo juga menyampaikan masalah Adat Pernikahan di Kota Gorontalo yang sudah tidak sesuai dengan Norma itu sendiri. Diantaranya Pakaian Pengantin Wanita yang di nilai terlalu ketat dan terindikasi mempertontonkan aurat.

Masalah ini tentu menjadi kritikan dari Lembaga Adat Kota Gorontalo dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga kontrol Adat dan Budaya agar berjalan sesuai Norma.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda