oleh

Lewat Aplikasi, Bidang Pendapatan Maksimalkan Pajak Rumah Makan

LINTAS KABGOR (LIGO) – Membayar Pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap Warga Negara untuk ikut berpartisipasi dan berperan serta terhadap Pembiayaan Negara dan Pembangunan Nasional.

Dengan membayar Pajak, masyarakat juga ikut mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang manfaat pajaknya juga akan kembali dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Di Kabupaten Gorontalo ada beberapa Objek Pajak yang banyak menyumbang Pendapatan Asli Daerah, salah satunya Pajak bagi Rumah Makan. Bahkan Kepala Bidang Pendapatan Badan Keunagan Daerah, Syaifudin Abdullah,S.Sos Menyebut Pendapatan yang bersumber dari Pajak Rumah Makan setiap tahun mencapai Milyaran Rupiah.

“Pendapatan dari Pajak Rumah Makan ini sekitar 2 Milyar Rupiah lebih. Itupun belum semua Rumah Makan,”Ujar Syaifudin

Untuk lebih memaksimalkan pendapatan dari Rumah Makan ini, kedepan pihaknya akan melakukan evaluasi, agar seluruh Rumah Makan di Kabupaten Gorontalo mendapatkan kewajiban yang sama dalam membayar Pajak.

Pendapatan Pajak dari Rumah Makan memang sangat menjanjikan, namun kendati demikian Pemerintah Kabupaten Gorontalo belum sepenuhnya mewajibkan bagi sebagian Pelaku Usaha Rumah Makan untuk membayar Pajak. Alasannya pun sangat normatif, yaitu belum semua Rumah Makan di Kabupaten Gorontlo mendapat hasil yang maksimal dari usahanya itu.

“Tidak mungkin kan, kita mengenakan pajak 10 persen dari Pendapatan Rumah Makannya, sementara harga makanannya misalnya hanya 10 Ribu. Kasihan juga, jadi hanya Rumah Makan yang setiap hari ramai yang kita kenakan Pajak,”Terang Syaifudin

Dirinya juga menjelaskan, bagi Rumah Makan yang Wajib Pajak akan dipantau langsung oleh Bidang Pendapatan, Badan Keuangan Daerah dengan cara menggunakan aplikasi. Setiap transaksi pembayaran yang ada, pihak Rumah Makan dapat menggunakan aplikasi ini, sehingga besaran pendapatannya dapat dipantau langsung oleh Bidang Pendapatan.

“Sebelumnya ada Rumah Makan yang pajaknya hanya 250 Perbulan, dengan alat / aplikasi ini pajaknya mencapai 4 Juta karena memang dicatat dan dipantau langsung. Kedepan kita menginginkan seluruh Rumah Makan akan diterapkan hal yang sama, karena memang manfaat Pajak ini juga akan kembali ke masyarakat itu sendiri,”Pungkasnya.

Laporan : Najid Lasale
Editor : Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda

Baca Juga Ini