oleh

Lewat Seminar “Monozukuri”, Rachmad Gobel Kembangkan Industri Gorontalo

LINTAS EKONOMI (LIGO) – Rachmad Gobel berkeinginan menjadikan Gorontalo sebagai daerah yang dikenal secara Internasional dengan berbagai macam unggulan, salah satunya lewat Sektor Pariwisata dan Industri. Ini dibuktikannya dengan Seminar ‘Monozukuri’ dan Festival Produk Kuliner Hasil Laut yang akan dilaksanakan di Gorontalo.

Seminar berskala Internasional ini adalah hasil kerjasama Indonesia dengan Jepang. Gagasan kerja sama itu, telah dibahas Rachmad Gobel sebagai utusan Presiden RI bersama Yoshinobu Gubernur Perfektur Wakayama Jepang, Selasa Kemarin (19/2/19).

Gagasan ini, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor Pariwisata dan Industri di Gorontalo. Dipilihnya Negara Jepang menurut Rachmad Gobel, Budaya dan Prinsip Pembangunan Industri di Negara Jepang terkenal sukses. Ini dapat diadopsi, strateginya oleh pelaku usaha industri di Gorontalo terutama, Pelaku Industri Rumah Tangga.

“Acara Seminar dan Festival ini, Saya akan menghadirkan Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga asal Jepang, yang usaha mereka teruji bertahan 100 tahun lamanya, dan sekarang masih eksis hingga menjadi Legenda Industri Jepang,” kata Rachmad Gobel.

Dengan kehadiran Pelaku Industri Jepang nanti,  Rachmad Gobel berharap Pelaku Usaha Gorontalo menjadikan itu sebagai inspirasi. Jika prinsip usaha itu diterapkan, Rahmad yakin pelaku usaha di Gorontalo akan mampu bersaing dan bertahan ditengah kompetisi yang kian sengit di Era Industri 4.0.

Rachmad Gobel yang juga Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ) menyatakan, Seminar ‘Monozukuri’ merupakan Agenda Tahunan Kerja Sama Indonesia-Jepang, yang telah berlangsung selama 8 Tahun.

“Sebelumnya Seminar itu Kita lakukan di Jakarta dan Surabaya. Tahun ini Kita akan laksanakan di Gorontalo, sebab saya ingin mengembangkan Pariwisata dan Industri di Gorontalo ke mancanegara. Ini nantinya juga akan dihadiri Gubernur Perfektur Wakayama Jepang”, katanya.

Rachmad Gobel menilai, Seminar bertajuk “Monozukuri” penting digelar untuk memicu pertumbuhan Gorontalo di bidang Industri.

“Jika hal ini bisa dilakukan oleh Pelaku Industri dan Investor di Gorontalo, pasti Industri Kita (Gorontalo) akan semakin maju,” jelas Rachmad.

Rachmad Gobel bersama Chief Cabinet Ministry dan Gubernur Ehime membahas kerjasama bidang Pariwisata dan Industri

Rachmad menambahkan, konsep ini memiliki implikasi yang jauh lebih luas dari pada arti harfiahnya, dimana terdapat Semangat Kreatif dalam menghasilkan Produk Unggul serta kemampuan untuk terus menyempurnakan proses.

“Konsepnnya berdimensi Unggul (Excellence), Keahlian dan Keterampilan (Skill), Jiwa (Spirit atau Roh Pendorong/Penggerak), serta kebanggaan dalam kemampuan untuk menciptakan dan memproduksi Barang dengan sangat baik,” pungkasnya.

Monozukuri sendiri merupakan kata dari bahasa Jepang yang berasal dari kata “Mono” berarti Produk atau barang dan “zukuri” berarti proses Pembuatan, Penciptaan atau Produksi”.

Laporan: Jaringan Berita SMSI
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda