oleh

Lindungi Satwa Liar Dengan Cara Mengenalkan Kepada Masyarakat

LINTAS KOMUNITAS (LIGO) – Keberadaan hewan satwa di Indonesia tiap tahun makin terancam keberadaannya. Hal ini dikarenakan sering dilakukan penangkapan dan perburuan hewan secara ilegal. Selain itu, kerusakan hutan yang disebabkan oleh penebangan liar dan pembakaran hutan membuat banyak satwa liar kehilangan tempat tinggalnya.

Untuk melindungi hewan satwa dari perburuan, kelompok pemuda Gorontalo yang tergabung dalam Gorontalo Peduli Satwa (GPS) yang dibentuk sejak tahun 2015 ini memberikan perlindungan dan perhatian pada satwa yang terancam keberadaanya.

Bukan hanya itu, untuk mengajak masyarakat untuk melindungi satwa, GPS setiap minggunya mengenalkan satwa kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat tahu penting menjaga kelestarian satwa liar dan masyarakat juga terpacu untuk melindunginya.

“Setiap akhir pekan dihari minggu kami selalu mensosialisasikan satwa langkah ini kepada masyarakat. Satwa yang kami asuh ini beragam. Ada juga beberapa yang kami dapat dari luar daerah dan ada juga beberapa satwa itu kami dapat dari hasil penyelamatan di rumah rumah warga di Gorontalo,”Ujar Julio Humas GPS saat mensosialisasikan satwa liar di Taman Kota Gorontalo, Ahad (22/07/2018).

Dainatara hewan satwa yang diasuh oleh komunitas ini adalah ular ball piton dari Afrika. Ular dengan jenis ini bila merasa terancam akan menggulung tubuhnya seperti bola.

“Jenis satwa yang kami asuh bermacam-macam. Kalau ada satwa yang berhasil kami selamatkan itu biasanya, setelah melihat kondisiya, apabila kondisinya memungkinkan untuk di lepas kami lepas ke tempat asalnya,”Terang Julio.

Sofyan Lape masyarakat kelurahan Liluwo, bersama anaknya Rafa juga nampak asik menyaksikan satwa-satwa yang di perkenalkan di Taman Kota tersebut.
Rafa yang masih balita pun, nampak tidak takut bermain dengan ular jenis piton yang dikenalkan oleh komunitas GPS.

“Tadi anak saya takut, tapi lama-lama akhirnya dia terbiasa dan sudah biasa bermain dengan ular-ular. Yang paling penting ularnya itu sudah jinak,”Ucap Sofyan Lape.

Lanjut Sofyan dengan mendengar penjelasan komunitas GPS ini dirinya makin tahu mana satwa yang berbahaya dan satwa yang perlu di lindungi.

“Dari kegiatan ini saya bisa tau mana yang berbahaya, mana yang tidak. Dan semoga saja perburuan satwa ini bisa berkurang,”Ujar Sofyan kepada lintasgorontalo.com

Laporan : Najid Lasale
Editor : Ang

Komentar

Berikan Komentar Anda