oleh

Mahfud MD Ingatkan APHTN-HAN Kawal “Hukum” Lewat Gerakan Akademis

LINTAS NASIONAL (LIGO) – Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Adminitrasi Negara Indonesia (APHTN-HAN) Prof. Dr. Moh. Mahfud MD menegaskan APHTN-HAN akan selalu berkomitmen menjaga Negara Indonesia sesuai Konstitusi yang berlaku, dan tidak terlibat gerakan Politis.

“Tetapi tetap akan memberikan masukan-masukan untuk perbaikan di dalam pelaksanaannya. Gerakan perbaikan itu tidak sama dengan Gerakan Politik, yang Kita lakukan adalah Gerakan Akademis,” papar Mahfud pada Rapat Kerja Nasional APTHN-HAN Ke-4, Gorontalo, Ballroom Hotel Damhil, Sabtu (06/07).

Mantan Ketua MK ini menjelaskan, Gerakan Akademis adalah gerakan yang memberikan arah.

“Apabila memilih ini, maka akibatnya ini yang akan terjadi, itu namanya Gerakan Akademis, sementara Gerakan Politis kadang kala pertimbangannya entar dulu, Saya pokoknya dapat apa, usulkan ini saja. Kalau Saya rugi dengan ini Saya tolak, ini namanya Gerakan Politis,” jelas Mahfud.

Kepada Peserta Rakernas APHTN-HAN, Mahfud mengajak agar mengawal hukum di Indonesia. Sebab kata Mahfud, memang mengalami banyak masalah. Dirinya menggambarkan masalah tersebut dengan memberikan contoh konflik yang sering terjadi pada Pemilihan Presiden Tahun 2019.

“Misalnya apa sih gunanya memilih Presiden, toh di Indonesia ini banyak Orang Miskin. Lalu Saya tanya, berapa Orang Miskin di Indonesia, 9.4 Persen setara dengan 25.6 Juta Jiwa dengan ukuran kira-kira sehari mendapat 2 Dolar,” papar Mahfud soal konflik yang sering muncul menjelang Pilpres.

Terkait kemiskinan, Mahfud meminta agar memandang Indonesia secara Optimis.

“Iya ya.. Indonesia sekarang Miskin, 25.6 Juta Jiwa, luar biasa nih.., apa gunanya ada Negara, apa gunanya Kita merdeka ? itu pandangan Pesimis. kalau pandangan Optimis begini, Alhamdulillah sekarang orang miskin tinggal 9.4 Persen, kalau Kita tidak Merdeka yang miskin itu minimal 99.9 Persen,” jelas Mahfud.

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Wagub Goronto bersama Peserta Rakernas APHTN-HAN Ke-4

Apabila Negara belum berhasil menurunkan kemiskinan, maka kata Mahfud itu menjadi tugas bersama untuk memperbaiki. Dimana yang penting bagaimana eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini terus berjalan.

“Jangan sampai dirusak oleh fitnah-fitnah yang tidak karuan, yang seakan akan meniadakan Republik ini karena gagal membangun Kesejahteraan, menegakkan Hukum, menegakan Keadilan, itu pikiran Orang Putus asa. Tapi kalau pandangan Optimis akan selalu mengatakan Alhamdulillah kemiskinan tinggal 9.4 persen, Alhamdulillah Koruptor-Koruptor itu sudah diatur dengan aturan hukum sehingga banyak yang ditangkapi, ini pandangan Optimis agar bagaimana kedepan membangun lebih baik,” papar Mahfud.

Melihat contoh yang disampaikan, Mahfud ingatkan posisi APHTN-HAN adalah bagaimana menjaga Hukum-Hukum agar dibuat dengan baik, yang sudah baik dijalankan dengan baik, yang kurang baik, diperbaiki dengan Gerakan Akademis.

“Jadi tidak ada gerakan-gerakan Politik yang dilakukan disini,” tegas Mahfud.

Namun bila ada Anggota APHTN-HAN berpolitik, Mahfud tidak melarang asalkan jangan menggunakan “BAJU” APHTN-HAN. Bagi dia terlalu “Mahal” Baju APHTN-HAN kalau dikorbankan hanya karena perbedaan Pilihan Politik.

Sementara itu, usai Pembukaan Rakernas tersebut ketika ditanyakan apakah akan ada Anggota APHTN-HAN yang masuk dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf ? Mahfud optimis pasti akan ada, seperti waktu-waktu sebelumnya.

Laporan: Najid Lasale
Editor: Syahrir

Komentar

Berikan Komentar Anda